Tuangkan Keindahan Biota Laut Lewat Gelar Cipta Karya Rias Unipa Bertajuk Miracle World: The Ocean

Dalam Gelar Cipta Karya bertajuk Miracle World: The Ocean, sebanyak 42 mahasiswa jurusan Tata Rias Unipa melaksanakan tugas akhir sebagai syarat lulus

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/luthfi husnika
Mahasiswa Tata Rias Universitas Adi Buana Surabaya atau Unipa tengah mengikuti Uji Praktik Gelar Cipta Karya bertajuk Miracle World: The Ocean di Royal Plaza Surabaya, Senin (21/6/2021) malam. 

"Mahasiswa sebelumnya telah melakukan riset di salah satu kawasan pantai Malang Selatan untuk mendalami karakter yang akan dilukiskan nantinya," imbuhnya.

Terkait penilaian, Atiek menyebutkan beberapa indikator, di antaranya kesesuaian tema yang ditentukan dengan hasil body painting.

Berbagai aksesoris dan kostum pendukung juga diperbolehkan, namun ada batasan tertentu. Yang paling utama menurut Atiek adalah tingkat kesulitan body painting, bukan kostum..

"Kostum dan aksesoris pendukung ini penting, tapi penilaian utamanya tetap pada body painting. Bagaimana keserasian tema dan kesatuan warna-warnanya. Tingkat kesulitannya bagaimana dan harus rapi," ungkap Atiek.

Tak cuma itu, pemilihan model juga harus diperhatikan. Sebab, nantinya model yang sudah selesai tahap body painting akan show di atas panggung.

"Saat show ini juga dinilai bagaimana pembawaan si model. Misal kepiting, jalannya gimana harus sesuai," kata Atiek.

Fauziah Nilam, mahasiswa semester 8 prodi Tata Rias Unipa memilih untuk membuat karakter ubur-ubur. Menurutnya, ubur-ubur adalah jenis biota laut yang unik.

"Ubur-ubur hidup di kedalaman laut tertentu. Ia bisa mengeluarkan cahaya ketika bertemu musuh atau mangsa. Unik dan saya tertarik dengan ubur-ubur ini," ungkapnya.

Berbeda dengan Nilam, mahasiswa lain, Anastasia memilih karakter Shiren. Makhluk fantasi yang lekat dengan karakter antagonis ini dibuat terlihat bengis seperti karakter aslinya.

"Shiren ini kan makhluk fantasi yang terkenal jahat. Lewat nyanyiannya mereka melenakan siapa saja hingga membuat mereka tenggelam. Jadi karakter yang saya buat bold sehingga terlihat tajam. Jahatnya terlihat," kata Anastasia.

Dalam membuat body painting berpadu properti 3D tersebut, Anastasia mengaku cukup kesulitan saat membuat detail pada wajah.

"Bagian wajah ini kan bersisik, jadi saya buat sisiknya satu-satu baru melukis bagian lain. Wajahnya saja saya butuh waktu satu jam," pungkas Anastasia.(luthfi husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved