Pakai Kawat Gigi Jangan Cuma Untuk Penampilan

penggunaan behel tidak boleh sembarangan. Harus berdasarkan keluhan kesehatan, juga saran dari dokter

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist/kompas.com
Ilustrasi 

SURYAWIKI, SURABAYA - Sejak beberapa tahun lalu, tren kawat gigi mulai bergeser. Tak lagi mementingkan sisi kesehatan, namun hanya menjadi icon fashion terbaru untuk menunjang penampilan.

Spesialis Dokter Orthodonti di Klinik Gigi 9C Orthodontics, drg M Ardian Syah Sp Ort menerangkan, penggunaan kawat gigi atau yang juga disebut behel, dulunya kerap menjadi simbol seseorang dinyatakan "mampu". Karena, behel merupakan barang mahal.

"Sehingga tren mengenakan behel untuk mendapat pengakuan dan fashion mulai marak. Bahkan, hingga saat ini. Padahal, penggunaan behel tidak boleh sembarangan. Harus berdasarkan keluhan kesehatan, juga saran dari dokter," terang pria yang akrab disapa Ardi itu.

Ardi melanjutkan, behel memiliki fungsi sebagai perekat agar dapat menggerakkan gigi secara normal. Serta untuk mengembalikan gigi pada tempatnya, sehingga menjadi lebih rapi.

Lalu, siapa saja yang perlu mendapatkan perawatan behel?

Ardi menjelaskan, ada enam permasalahan kesehatan yang bisa diatasi dengan behel. Di antaranya;

1. Permasalahan gigi berantakan. Misalnya, tidak bisa menggigit, menutup, serta gigi yang maju atau mundur
2. Bunyi yang muncul ketika membuka mulut
3. Cadel
4. Mendengkur saat tidur
5. Hidung mampet
6. Memperbaiki struktur tulang

Keluhan itu tentu saja akan berbeda-beda cara penanganannya. Bracket yang digunakan pun akan berbeda.

"Maka, penting melakukan konsultasi sebelum tindakan pemasangan behel kepada dokter spesialis," imbuh Ardi.

Jangka waktu penggunaan behel pun akan berbeda pada setiap pasien. Ada yang lama dan sebentar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved