Memaknai Perpisahan Lewat Karya Seni Dalam Pameran Recycle by The Ground oleh Soil

Soil menggel pameran dengan mengangkat "Goodbye" sebagai tema besar dari pameran Recycle by The Ground yang digelar mulai 25 Juni 2021 lalu

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Pengunjung menghadiri pameran Recycle by The Ground oleh Soil yang digelar di Flores 15, mulai 25 hingga 27 Juni 2021. (SURYA/Akira Tandika) 

SURYAWIKI, SURABAYA - Perpisahan menjadi momen penuh emosional yang pernah dilalui setiap orang. Namun, banyak hal pula yang bisa diambil dari perpisahan tersebut.

Soil, satu di antara komunitas seni asal Surabaya, membuat pameran dengan mengangkat "Goodbye" sebagai tema besar dari pameran Recycle by The Ground yang digelar mulai 25 hingga 27 Juni 2021.

"Secara garis besar, memang kami mengangkat tema itu untuk pameran. Tapi bukan berarti seluruh karya yang ada di sini menggambarkan perpisahan. Karena kalau memaknai karya seni itu kan bergantung pada yang melihat," terang founder Soil Ghalih Fadjar Subhakti, Jumat (25/6/2021).

Tujuh seniman turut berpartisipasi dalam pameran ini. Banyak dari mereka yang memamerkan karya lukis dan instalasi.

Salah satu instalasi yang bisa dinikmati pengunjung saat memasuki lokasi pameran adalah sebuah motor yang diikat meninggi dengan kursi di atasnya.

"Kalau ini, menjadi bentuk respon kami terhadap barang yang ada di lokasi pameran. Kami tambah dengan properti lainnya juga. Instalasi ini, kami buat secara bersamaan," tutur mahasiswa jurusan Seni Murni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya itu.

Terdapat tiga ruangan yang digunakan untuk pameran. Satu ruangan untuk instalasi, dua lainnya diisi lukisan dari tujuh seniman yang tergabung dalam pameran tersebut.

Ghalih juga turut mengisi dalam pameran itu. Ia memamerkan dua lukisan yang dibuat pada waktu dan memiliki pesan berbeda.

Satu di antaranya berjudul "Abnormal". Ghalih menggambarkan perwujudan kepala bayi dalam lukisan itu.

"Karena ini abnormal, maka saya menggambarkan kepala bayi itu tanpa mata, telinga, hidung, dan lain sebagainya," jelas Ghalih.

Selain karena Ghalih menganggap bayi itu lucu, dia juga banyak terinspirasi dari beberapa film Tim Burton yakni, Nightmare for Christmas dan Corpse Bride.

Tak hanya pameran, dalam gelaran Recycle by The Ground tak hanya menawarkan pameran saja, namun ada juga art performance dan persembahan seni lainnya.

Soil berharap acara ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memaknai perpisahan.

"Perpisahan tidak hanya sekadar hal buruk, namun juga awal dari hal baik lainnya," tutup Ghalih.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved