Tak Sekadar Memburu Pose, Yoga adalah Seni Olah Tubuh

yoga sebetulnya merupakan olah tubuh. Jadi, lakukan gerakan yang lebih memiliki manfaat pada tubuh dan dilakukan secara perlahan.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
(SURYA/Habibur Rohman)
Peserta mengikuti instruksi urutan gerakan yang dipandu 'coach' Adela pada 'Summer Sparks Yoga' yang dilangsungkan di Plaza Outdoor Novotel Samator Surabaya. Yoga untuk menjaga imunitas dengan peserta online dan offline ini sengaja dilakukan sore hari menjelang matahari tenggelam dan dilakukan diluar area terbuka agar mendapatkan sirkulasi udara lebih segar dan optimal. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Menurut Coach Yoga Lotus Studio, Adela Ayu, proses melakukan yoga harusnya dapat dinikmati sebaik mungkin.

Hal itu ia sampaikan lantaran melihat jenis olahraga ini makin diminati saat pandemi. Namun, yang menjadi perhatiannya adalah, masih banyak masyarakat yang justru mengesampingkan yoga hanya untuk sekadar memburu satu pose tertentu.

Padahal, satu pose itu tidak sesuai dengan keluhan penyakit di dalam tubuh.

"Cari gerakan yang sesuai dengan keluhan di dalam tubuh. Karena dengan begitu, impactnya akan lebih terasa," terangnya.

Misalnya, orang tersebut memiliki keluhan skoliosis. Namun gerakan yang dilakukan merupakan jenis inversion. Hal itu justru berbahaya bagi yang melakukan.

"Jadi kalau memang keluhannya tentang skoliosis, ada yang dikuatkan dan dipanjangkan pada satu sisi tubuhnya," ujarnya.

Adela menambahkan, yoga sebetulnya merupakan olah tubuh. Jadi, lakukan gerakan yang lebih memiliki manfaat pada tubuh dan dilakukan secara perlahan.

"Karena memang meski tampak mudah, gerakan yoga itu tergolong susah dan berat. Terlebih bagi pemula. Maka, saya lebih menyarankan untuk berlatih secara perlahan. Apabila sudah lancar, baru naik step ke level rutin," tutupnya. 

Baca juga: Mengatasi GERD dengan Rangkaian Gerakan Yoga

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved