Pelaku Industri di Trenggalek Justru Bisa Berkembang dan Tambah Karyawan di Tengah Pandemi

Sunari, pelaku industri penggergajian kayu di Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek mampu bertahan di tengah krisis pandemi.

Editor: Akira Tandika
SURYA/Aflahul Abidin
Industri penggergajian kayu milik Sunari di Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. 

SURYAWIKI, TRENGGALEK – Pandemi Covid-19 membabakbelurkan hampir seluruh sektor ekonomi. Tapi, selalu ada pengecualian di tiap kondisi.

Seperti yang dialami Sunari, pelaku industri penggergajian kayu di Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek mampu bertahan di tengah krisis pandemi.

Tak hanya itu, industri yang sudah Sunari geluti sekitar 14 tahun itu justru mampu berkembang dan menambah jumlah karyawan dalam setahun terakhir.

“Karyawan saya sebelum pandemi ini ada 15, sekarang Alhamdulillah ada 50 orang,” kata Sunari.

Bertambahnya jumlah karyawan karena industri yang Sunari bangun juga berkembang. Awalnya, ia hanya memiliki satu gudang penggergajian kayu yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya.

Pada akhir 2021, ia membangun satu gudang lagi, sekaligus menambah beberapa alat penggergajian kayu.

“Alat penggergajian kayu di tempat saya juga bertambah. Dulu dua, sekarang lima,” sambung dia.

Menurut Sunari, pandemi Covid-19 bukannya tak berdampak negatif pada usahanya. Kondisi pasar yang tak menentu di awal pagebluk sempat membuatnya pontang-panting.

“Saya dan teman-teman sebenarnya sempat mengeluhkan kondisi ini awal-awal. Tapi saya mencoba untuk bertahan saja dan mengambil hikmah dari kondisi ini,” ungkap dia.

Sunari biasa mengolah kayu glondongan menjadi bahan baku setengah jadi di gudang miliknya. Kayu setengah jadi itu kemudian dikirim ke pabrik furnitur yang ada di beberapa kota di Jawa Timur.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved