Adakah Risiko saat Mengambil Swab Antigen Secara Mandiri?

Ada pula beberapa risiko lain sat masyarakat memilih untuk mengambil sampel swab antigen secara mandiri.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
Dok. Pribadi
ILUSTRASI: Petugas sedang mengambil sampel swab di lokasi Point of Care oleh National Hospital di Jalan Sulawesi Surabaya. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Saat ini, masyarakat banyak memilih untuk membeli dan mengambil swab antigen secara mandiri tanpa didampingi oleh tenaga kesehatan.

Hal ini dinilai lebih praktis karena tidak perlu antre. Terlebih di situasi COVID-19 yang sedang naik.

Namun, aktivitas mengambil sampel swab antigen sendiri tanpa ditemani nakes, tidak sepenuhnya dinilai benar meski dalam keadaan terpaksa.

CEO National Hospital Adj Prof Hananiel Prakasya Widjaya mengatakan, tindakan melakukan swab antigen secara mandiri sebetulnya tidak disarankan.

"Ada beragam pertimbangan yang kami pikirkan apabila masyarakat melakukan pengambilan swab antigen secara mandiri tanpa didampingi nakes. Salah satunya tentu hasil dari pengambilan sampel itu," terang pria yang akrab disapa Hans itu saat dikonfirmasi di National Hospital Surabaya, Jumat (9/7/2021).

Ada pula beberapa risiko lain sat masyarakat memilih untuk mengambil sampel swab antigen secara mandiri.

Dilansir dari alodokter.com, berikut beberapa risiko lain. Di antaranya:

1. Hasil pemeriksaan tidak akurat

Beberapa riset menunjukkan, tes swab antigen yang dilakukan secara mandiri memiliki tingkat akurasi yang rendah, dibanding saat dilakukan oleh petugas medis.

Hal itu dikarenakan, hasil swab dipengaruhi oleh cara pengambilan serta penanganan sampel antigen untuk COVID-19.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved