Ini yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Isolasi Mandiri di Rumah

Melakukan isolasi mandiri, terutama bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sebenarnya tak perlu dilakukan di rumah sakit.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Kader PKK, Lia Nur Jauharatul Mardiah (42) mengenakan APD baju hazmat melambaikan tangan kepada anak kecil dari balik kaca jendela saat membawa makanan untuk dibagikan kepada warga yang terpapar Covid-19 di Gang Cisitu Lama 1, RW 11, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (22/2/2021). Langkah proaktif yang dilakukan pengurus dan kader PKK RW 11 membagikan makanan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri ini sebagai kebersamaan saling membantu dalam menangkal penyebaran Covid-19. Selain itu, warga juga membatasi akses jalan gang dan mendirikan posko Covid-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

SURYAWIKI, SURABAYA - Melakukan isolasi mandiri, terutama bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sebenarnya tak perlu dilakukan di rumah sakit.

Di rumah pun, bisa melakukan isolasi mandiri. Tentu saja dengan protokol yang ketat dan benar, serta mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan.

Menurut Spesialis Penyakit Dalam RS Manyar Medical Centre dr Irene Saveria Sp PD, saat ada satu anggota keluarga yang terkonfirmasi positif COVID-19, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan tracing dengan tes swab.

"Apabila hanya ada satu anggota yang terkonfirmasi positif, mereka harus melakukan isolasi mandiri di satu kamar tersendiri. Namun, apabila yang terkonfirmasi positif seluruh keluarga yang ada di rumah, boleh tinggal bersama tapi tetap harus menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan," jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/7/2021).

Irene menambahkan, saat ada satu anggota keluarga yang terkonfirmasi positif, mereka harus memiliki alat makan, alat mandi, dan lain-lainnya secara tersendiri.

"Lalu jika di rumah hanya ada satu kamar mandi bagaimana, dok? Kalau hanya ada satu, usahakan selalu menyemprot disinfektan setiap setelah digunakan oleh pasien COVID-19," tuturnya.

Sementara itu, mengenai asupan, Irene mengatakan tidak ada yang khusus. Semua makanan boleh dimakan, asal harus memiliki gizi seimbang.

"Pedomannya hanya pada 4 Sehat 5 Sempurna. Asupan karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan lain sebagainya harus seimbang," ujar Irene.

Selain makanan bergizi, pasien juga boleh ditunjang dengan vitamin tambahan berupa tablet. Biasanya, vitamin yang dianjurkan memiliki kandungan vitamin C, D3, Zinc, B, dan E.

"Olahraga juga penting dilakukan. Karena rata-rata pasien yang melakukan isolasi mandiri memiliki gejala yang ringan, maka mereka diperbolehkan untuk olahraga. Cukup melakukan peregangan selama 30 menit dalam satu hari," ungkapnya.

Namun, untuk pasien yang memiliki gejala sedang dan berat, tidak perlu melakukan olahraga untuk sementara waktu.

"Pastikan kondisi tubuh sudah tidak lemas, dan cukup kuat untuk melakukan olahraga. Pun begitu jenis olahraga yang dilakukan tidak perlu yang berat hingga memacu adrenalin. Cukup yang ringa saja," tandasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved