Tak Semua Pasien dengan Gejala COVID-19 Perlu Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Cara Membedakannya

Tidak semua pasien dengan gejala COVID-19 perlu dilarikan ke rumah sakit. Terlebih kondisi rumah sakit akhir-akhir ini yang selalu penuh.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
Tribunnewswiki/Akira Tandika
National Hospital membuka Instalasi Gawat Darurat (IGD) tambahan yang dikhusukan untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan membutuhkan penanganan tanpa rawat inap. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Tidak semua pasien dengan gejala COVID-19 perlu dilarikan ke rumah sakit. Terlebih kondisi rumah sakit akhir-akhir ini yang selalu penuh.

Untuk itu, perlu diketahui beberapa gejala pasien COVID-19 yang bisa dirawat di rumah saja, alih-alih di rumah sakit.

Spesialis Penyakit Dalam RS Manyar Medical Centre dr Irene Saveria Sp PD mengatakan, setidaknya ada empat gejala COVID-19 yang perlu diketahui oleh masyarakat. Di antaranya, orang tanpa gejala (OTG), gejala ringan, sedang, dan berat.

"Pasien dengan gejala ringan biasanya ditandai dengan, demam, batuk kering, penurunan nafsu makan, tidak dapat mencium bau dan merasakan, nyeri otot, sendi, dan tenggorokan, mual, muntah, dan diare," terang Irene saat dihubungi via telepon, Minggu (11/7/2021).

Irene menambahkan, pasien dengan gejala ringan biasanya masih memiliki frekuensi napas yang normal yakni, 16 hingga 20 kali per menit. Juga memiliki saturasi oksigen di atas 95 persen.

Menurutnya, pasien dengan gejala ringan tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Mereka hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan tetap melakukan konsultasi dengan dokter lewat aplikasi telemedisin.

"Konsultasi tetap harus dilakukan, supaya ada tenaga ahli yang membantu. Termasuk untuk mendapatkan resep obat. Jangan asal membeli dan mengonsumsi obat," tuturnya.

Sementara itu, jenis gejala sedang dan berat atau kritis adalah yang harus dibawa dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Pasien dengan gejala sedang dan berat biasanya juga ditandai dengan sesak napas, frekuensi napas melebihi 30 kali dalam satu menit, dan saturasi oksigen kurang dari 94 persen.

"Tanda lain bahwa pasien ini masuk dalam golongan kritis adalah saat melakukan foto rontgen, paru-parunya mengalami infeksi," tutup Irene.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved