Warga Tak Perlu Antre, Vaksinasi di G10N Surabaya Bakal Pakai Undangan Bergelombang

Mengantisipasi antrean panjang, Pemkot akan memberikan undangan kepada para calon penerima vaksin. 

Editor: Akira Tandika
Dok. Pribadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di G10N pekan lalu. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Pemkot Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan vaksinasi massal di Gelora 10 November (G10N) Surabaya.

Ke depan, Pemkot akan menggunakan sistem undangan untuk mengantisipasi antrean. 

Dalam pelaksanaan vaksinasi selama lima hari, Selasa-Minggu (6-10 Juli) lalu, sebanyak 144.268 kalangan umum mendapat vaksinasi.

Calon penerima vaksin ber-KTP Surabaya bisa mendaftar secara langsung di stadion. 

Namun, mekanisme ini ternyata bukan tanpa masalah. Tingginya antusiasme tersebut seringkali mengakibatkan kepadatan di jam-jam tertentu. 

Dampaknya, warga juga harus mengantre cukup panjang. Bahkan, petugas sampai harus mengarahkan calon penerima vaksin ke beberapa tribun sebagai titik transit sebelum mendapat vaksin. 

Mengantisipasi hal tersebut terulang, Pemkot menyiapkan strategi berbeda. Pemkot akan memberikan undangan kepada para calon penerima vaksin. 

Undangan akan dibagi per-kelurahan. Dalam satu hari akan dibuat dalam beberapa jadwal. 

Sehingga, calon penerima vaksin bisa menyesuaikan kedatangan dengan waktu penyuntikan. "Kami akan buat dengan sistem undangan. Jadi, kelurahan a, kelurahan b, kelurahan c, warganya kita kasih undangan dengan waktu berbeda," kata Cak Eri.

Rencananya, sistem undangan akan dibuat perjam. Misalnya, warga kelurahan A yang mendapat estimasi vaksinasi pada pukul 08.00-09.00 WIB bisa datang 15 menit sebelumnya. 

Pun apabila mendapat jatah sore hari, calon penerima vaksin bisa menyesuaikan. "Sehingga tak perlu antre. Masuk, langsung vaksin, kemudian bisa pulang," kata Cak Eri. 

Mekanisme ini pun telah dilakukan saat menerapkan vaksinasi kepada kalangan pelajar usia 12-17 tahun, Minggu (11/7/2021). Tiap SD/SMP yang mendapat jatah vaksin diundang dengan waktu berbeda. 

Cak Eri mengungkap bahwa vaksinasi kepada kalangan anak-anak tersebut bisa mengantisipasi antrean. Sekali pun demikian, jumlah yang penerima vaksin mencapai 20 ribu siswa. 

"Mekanisme dengan undangan ini ternyata efektif mengantisipasi antrean. Sebab, siswa bisa datang dengan waktu berbeda," kata Cak Eri. 

Terkait jadwal pelaksanaan, vaksinasi di G10N akan dilanjutkan apabila vaksin dari Kementerian Kesehatan tiba. Saat ini, Pemkot sedang mengusulkan satu juta dosis vaksin. 

Apabila vaksin tersebut datang, Pemkot akan memprioritaskan anak 12-18 tahun terlebih dahulu. "Berdasarkan data kami, ada sekitar 350 ribu pelajar di Surabaya," kata Cak Eri. 

"Estimasi kami, per hari bisa mencapai 30 ribu pelajar. Sehingga, seluruh siswa bisa mendapatkan dosis pertama selama 10 hari," kata Cak Eri. 

Setelah siswa tuntas, Pemkot baru akan melanjutkan vaksinasi kepada kalangan umum. Berdasarkan datangnya, masih ada 800 ribu masyarakat Surabaya yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama. 

Ini termasuk para karyawan yang bekerja di perusahaan di Surabaya. "Kami akan mendata karyawan di perusahaan. Termasuk, yang ber-KTP luar Surabaya, kalau dia berkerja di Surabaya juga bisa mengikuti vaksinasi," katanya. 

Selain itu, Pemkot rencananya juga akan memperbanyak titik lokasi vaksinasi. Di antaranya dengan berkerjasama bersama sejumlah Forkopimda di Surabaya. (Bobby Koloway)

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
1339 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved