Bolehkah Mengirimkan Makanan pada Pasien COVID-19?

Apakah boleh mengirimkan sembarang makanan pada pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah?

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
SURYA/Sri Wahyunik
Warga Lingkungan Tumpangsari saat mengantarkan bantuan sembako, sayur, dan lauk pauk ke rumah Rudi yang sedang isoman di Kelurahan Tegalbesar. Warga meletakkan barang di depan pagar. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Tren mengirimkan makanan pada tetangga, saudara, hingga teman yang sedang melakukan isolasi mandiri menjadi bukti kepedulian masyarakat di masa pandemi ini.

Namun apakah boleh mengirimkan sembarang makanan pada pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah? Atau adakah nutrisi tertentu yang diperlukan oleh pasien untuk mempercepat pemulihan?

Menurut Nutritionist Registered Mochammad Rizal S Gz, mengirimkan makanan pada pasien COVID-19 merupakan salah satu tindakan yang mendukung kesembuhan.

"Bahkan, di beberapa fasilitas kesehatan setingkat Puskesmas, sudah memiliki program untuk mengirimkan makanan kepada warga sekitar yang sedang isolasi mandiri," terangnya, Rabu (21/7/2021).

Rizal menambahkan, pasien yang sedang isoman, biasanya tak bisa bebas mengakses bahan makanan. Sehingga ide mengirimkan makanan, dapat membantu pasien yang tengah menjalani isoman.

Meski begitu, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirimkan makanan pada pasien isoman.

"Sebaiknya jenis makanan yang dikirim adalah yang dapat mendukung pemulihan. Misal, makanan dan minuman yang mengandung protein, vitamin A, C, D, E, dan zinc yang cukup," ungkap Rizal.

Beberapa kandungan tersebut, lanjut Rizal, dapat ditemukan pada ayam, daging, ikan, telur, susu, tahu, tempe, kacang-kacangan, hati ayam/sapi, wortel, ubi oranye, labu kuning, jambu biji, jeruk, strawberry, tomat, brokoli, seafoods, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, Rizal juga menyebutkan ada beberapa makanan yang perlu dihindari, lantaran dapat memperlambat atau memunculkan kembali gejala COVID-19.

"Makanan yang sebaiknya dikurangi adalah makanan yang tinggi gula dan gorengan. Kedua jenis makanan ini dapat meningkatkan inflamasi atau peradangan di dalam tubuh sehingga proses pemulihan menjadi lebih lama," tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved