Minimalisir Stress Selama Pandemi dengan Olahraga

Sebenarnya, stress bisa dikendalikan dengan cara sederhana dan murah dengan menggerakkan tubuh alias olahraga.

Editor: Akira Tandika
SURYA/Sulvi Sofiana
Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr dr Yunias Setiawati SpKJ saat mengisi Webinar Anosmia yang digagas oleh Kelompok 16 KKN Modul Covid FK Unair, Rabu(21/7/2021). 

SURYAWIKI, SURABAYA - Pada masa pandemi yang identik dengan pembelajaran daring dan bekerja dari rumah, olahraga menjadi hal yang jarang dilakukan.

Padahal manfaat yang besar bisa didapatkan jika mau sedikit saja menyempatkan waktu olahraga. Salah satunya adalah menghilangkan stress. 

Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr dr Yunias Setiawati SpKJ menyebut, di situasi pandemi seperti ini, seorang rentan mengalami stress.

Hal ini lumrah karena stressor atau pemicu stres juga banyak. Mulai dari kelelahan melakukan interaksi online, kurang sosialisasi yang nyata, kekhawatiran dan lain sebagainya. 

"Stressor-stressor di atas jika dibiarkan akan menumpuk dan mengakibatkan masalah serius seperti gangguan kecemasan dan berujung depresi. Yang tidak hanya mengganggu tubuh, tapi dampaknya juga hingga menurunkan produktifitas, rasa malas berlebih, gangguan konsentrasi dan dampak negatif lain," ujarnya dalam Webinar Anosmia yang digagas oleh Kelompok 16 KKN Modul Covid FK Unair, Rabu(21/7/2021). 

Sebenarnya, stress bisa dikendalikan dengan cara sederhana dan murah dengan menggerakkan tubuh alias olahraga. 

Saat olahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin, yang merupakan zat kimia seperti morfin yang dapat mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan positif. 

Sehingga mengurangi efek buruk dari stress. Endorfin juga mampu meningkatkan nafsu makan dan membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Hal yang sangat penting di masa pandemi ini. 

Olahraga juga mampu meningkatkan kempuan berpikir dan kreatifitas. 

Hal ini karena saat olahraga, BDNF(Brain Derived Neurotrophic Factor), suatu sistem yang bekerja dalam pembelajaran, memori dan kesehatan mental juga terpicu naik.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved