Barbara Eni Priyanti Suka Buat Dongeng dan Cergam Sejak SD

Barbara Eni Priyanti penulis cerita anak asal Sidoarjo Jawa Timur mengaku gemar menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Editor: Akira Tandika
Dok. Pribadi
Penulis cerita anak Barbara Eni Priyanti 

SURYAWIKI, SURABAYA - Barbara Eni Priyanti (48) penulis cerita anak asal Sidoarjo Jawa Timur mengaku gemar menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Perempuan yang akrab disapa Eni ini mengatakan, ia kerap membuat coretan di buku hariannya. Coretan tersebut merupakan cerita pendek fantasi dan dongeng.

"Saya suka menulis sejak SD. Kalau dulu nulis di buku harian itu. Buat coret-coretan cerita seperti dongeng. Kebetulan suka yang berbau dongeng, fantasi dan misteri," kata Eni saat dikonfirmasi, Sabtu (24/7/2021).

Ia tak hanya menulis cerita pendek atau dongeng fantasi, namun juga membuat mini komik atau cergam (cerita gambar).

Kemampuan mengilustrasikan cerita yang ia buat ke dalam gambar akhirnya menarik perhatian teman maupun gurunya kala itu.

"Pertama yang baca ya teman-teman sekolah. Kemudian guru-guru tahu tulisan saya. Eh diikutkan lomba menulis cerpen sampai puisi juga," ujar Eni.

Kemampuan menulisnya terbukti ketika ia berhasil memenangkan beberapa perlombaan menulis.

Ketika duduk di bangku kelas 1 SMP, Eni mencoba mengirimkan puisi buatannya ke salah satu media cetak di Jawa Timur. Tulisan Eni tersebut berhasil dimuat di halaman Koran Harian Surya.

"Sejak saat itu semangat menulis makin meningkat. Sering kirim cerita maupun puisi ke majalah dan sering dimuat juga," kata Eni.

Passion menulisnya semakin terasah ketika ia menjadi guru sekolah dasar. Eni melakoni peran sebagai seorang guru SD sejak tahun 90-an.

Sering bertemu murid-murid membuat inspirasi menulis Eni semakin beragam. Menurutnya, ide menulis banyak ia dapatkan selama menjadi guru.

"25 tahun saya menjadi guru sekolah dasar. Bertemu banyak murid yang sangat beragam. Banyak sekali inspirasi yang saya dapatkan selama mengajar," jelas Eni.

Selama menjadi guru SD, Eni juga tak absen mengikuti berbagai perlombaan kepenulisan. Deretan gelar juara berhasil ia boyong selama 25 tahun. 

Bahkan, Eni juga dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menerbitkan buku literasi sebagai bahan ajar. Dan yang terbaru, ia bersama tim diminta untuk menyusun buku ajar pembelajaran jarak jauh.

Ibu tiga anak ini mengaku, dulunya ia hanya fokus mengajar dan mengirimkan tulisan ke majalah. Menerbitkan buku secara solo belum ia coba lakukan.

Sampai pada tahun 2017, Eni berhasil menerbitkan buku pertamanya dan disusul belasan karya lainnya.

"Kalau menerbitkan antologi sudah sejak tahun 2000an tapi kalau buku solo baru di tahun 2017. Kalau ditotal sekarang antologi sudah ada sekitar 50an buku dan solo 20an buku," paparnya.

Meski Eni mengaku terlambat masuk ke penerbitan, nyatanya Eni berhasil menerbitkan 20 lebih buku cerita anak, genre umum maupun modul sebagai bahan ajar.

Kesuksesan Eni di bidang kepenulisan tak lepas dari peran serta dan dukungan keluarganya. Menjadi penulis yang terkadang harus melakukan riset ke luar daerah membuatnya tak bertemu keluarga beberapa waktu.

"Tapi suami dan anak-anak saya sangat mendukung. Riset sesulit apapun, meski harus menginap jadinya tetap tenang. Karena keluarga selalu support," kata Eni.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
1360 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved