Ita Fitriyah Buat Desain Batik COVID-19 Sebagai Momentum Kesedihan

Pemilik Batik Lintang Ita Fitriyah tetap kreatif dalam kondisi pandemi dengan memproduksi tiga desain baru yang eksklusif.

Editor: Akira Tandika
Dok. Pribadi
Motif batik Covid-19 hanya dibuat satu kali oleh Ita Fitriyah, pemilik batik tulis Lintang sebagai momen kesedihan. 

SURYAWIKI, MALANG - Pemilik Batik Lintang di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Ita Fitriyah tetap kreatif dalam kondisi pandemi. Bahkan ia mampu menghasilkan tiga desain baru yang sangat eksklusif. Salah satu desainnya tidak akan diproduksi lagi selamanya, yaitu motif Covid-19.

"Ada tiga desain yang sudah jadi selama PPKM Darurat ini. Yaitu Kawung Garudeya, Garudeya Sidomukti dan Covid19. Motif Covid inilah yang tidak akan kami produksi lagi meskipun ada yang pesan," jelas Ita Fitriyah.

Alumnus Teknik Tekstil ITN Malang ini beralasan ogah lagi membuat desain Covid 19 karena wabah yang tidak layak diabadikan sebagai bagian karya adiluhur budaya bangsa. Dikatakan, ia membuatnya karena momentum kesedihan. 

"Banyak kolega, teman bahkan suami saya terkonfirmasi positif Covid-19. Ada ada yang sehat kembali. Ada yang meninggal. Jadi cukup satu ini saja meski ada yang pesan, saya tidak akan membuatkan," ujar perempuan yang dikenal sebagai aksesor pembatik nasional.

Ita pun berniat melelang batik motif Coronanya dan hasil keuntungannya 50 persen bakal disumbangkan kepada yatim piatu dan warga sekitar galeri batik Lintang yang sedang isoman dan terdampak pandemi. Menurut humas paguyuban pembatik Kabupaten Malang "Hasta Padma", kendala pembuatan batik adalah pekerja menjalani isoman.

"Pekerjaan dibawa pulang sama karyawan. Sedang finishing di galeri," kata Ita yang membangun usaha sejak 2014 ini.

Dituturkan, selama pandemi Covid-19 juga berdampak pada produksi usahanya. Pembelian turun, tambah D Indra, Direktur Pemasaran batik tulis Lintang. Jika biasanya sebulan memproduksi 70 lembar batik, kini tinggal 10 lembar.

Selama PPKM darurat berlangsung, hanya ada tiga kain batik yang laku karena dibeli oleh Menteri Pertanian yang diwakili Kepala Badan Ketahanan Pangan saat ada Agrotexnovision yang diadakan BPTP Jatim. Yaitu batik motif Parang Arjuno Tlogosari, Liris Tlogosari, dan Sidomukti Tlogosari. 

Semuanya adalah motif asli dari batik tulis Lintang. Motif Tlogosari sudah dihibahkan pada Pemdes Ngijo sebagai motif khas Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Sylvianita Widyawati)

Sumber: Surya Malang

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved