3 Alat Kesehatan ini Bisa Jadi Pertolongan Pertama Bagi Pasien COVID-19 saat Isoman di Rumah

dr Irene Saveria Sp PD menyarankan agar masyarakat memiliki beberapa alat kesehatan ini di rumah sebagai pertolongan pertama untuk pasien isoman.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
REPRO BIDIK LAYAR VIA wexnermedical.osu.edu
Oxymeter 

SURYAWIKI, SURABAYA - Pada masa pandemi, tak ada salahnya untuk memiliki beberapa alat kesehatan yang dapat menjadi pertolongan pertama. Terutama bagi pasien COVID-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurut Spesialis Penyakit Dalam RS Manyar Medical Centre dr Irene Saveria Sp PD, alat-alat ini dapat menjadi pertolongan pertama, terutama untuk pasien yang sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah. Di antaranya, oxymeter, termometer, dan tensi meter.

1. Oxymeter

Alat ini berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen pasien. Cukup diselipkan di jari, oxymeter akan bekerja menghitung jumlah saturasi yang dimiliki pasien.

"Apabila menunjukkan angka di bawah 95 persen, maka pasien bisa mencoba teknik proning untuk meningkatkannya kembali. Namun, apabila sudah menunjukkan angka di bawah 85 persen, pasien harus dipasangkan tabung oksigen atau segera menghubungi pihak rumah sakit," terang Irene.

2. Termometer

Termometer berfungsi untuk mengukur suhu pasien. Karena demam menjadi satu gejala tersendiri bagi pasien COVID-19, maka alat ini juga diperlukan.

Apabila suhu badan menunjukkan angka yang tidak wajar diserta gejala lainnya, maka segera menghubungi pihak rumah sakit atau mengonsumsi obat penurun demam.

3. Tensi meter

Terakhir adalah tensi meter. Alat ini berfungsi untuk mengukur tekanan darah. Tensi meter tergolong cukup penting, terutama untuk pasien yang memiliki komorbid.

Irene menambahkan, alat-alat tersebut masih bisa digunakan oleh masyarakat awam tanpa perlu pendampingan tenaga kesehatan.

"Sekarang sudah banyak webinar dan talkshow yang membahas tentang beberapa alat kesehatan yang dapat digunakan oleh masyarakat umum, seperti yang saya sebutkan tadi," tuturnya.

Juga yang tidak kalah penting adalah tetap melakukan konsultasi dengan dokter. Meski tidak harus ke rumah sakit, konsultasi juga dapat dilakukan melalui aplikasi atau yang disebut sebagai telemedisin.

"Untuk menggunakan alat-alat kesehatan tersebut, juga tidak perlu sampai setiap jam. Cukup dua atau tiga kali sehari. Saat bangun tidur, setelah beraktivitas, dan saat menjelang tidur. Itu pun apabila tidak memiliki keluhan berat, tergantung ada atau tidaknya keluhan," tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved