Mengenal Teknik Proning yang Dapat Tingkatkan Saturasi Oksigen Pasien COVID-19

Teknik proning banyak disebut oleh tenaga medis lantaran dipercaya mampu membantu pasien meningkatkan kadar saturasi oksigen dalam darah.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Akira Tandika
Shutter Stock
Ilustrasi teknik proning yang dapat meningkatkan kadar saturasi oksigen pada pasien COVID-19 

SURYAWIKI, SURABAYA - Selama pandemi COVID-19 tahun ini, teknik proning banyak disebut oleh tenaga medis lantaran dipercaya mampu membantu pasien meningkatkan kadar saturasi oksigen dalam darah.

Spesialis Penyakit Dalam RS Manyar Medical Centre dr Irene Saveria Sp PD mengatakan, teknik ini memang bisa digunakan oleh pasien COVID-19, dengan syarat angka saturasi oksigen masih menunjukkan angka hingga 85 persen.

"Karena jika di bawah 85 persen, itu sudah masuk dalam golongan pasien COVID-19 yang kritis. Tapi kalau masih di angka 85 persen, itu masih bisa ditolong apabila tidak memiliki tabung oksigen di rumah," terang Irene dalam sambungan telepon, Jumat (30/7/2021).

Ia melanjutkan, ada tiga teknik proning yang bisa dilakukan pasien isolasi mandiri di rumah, saat mengalami penurunan saturasi oksigen.

Pertama, dengan posisi tengkurap. Posisi ini memungkinkan perluasan di daerah paru-paru punggung. Pasien hanya perlu beberapa bantal untuk diletakkan di bawah leher, di dada, di paha, dan dua bantal di tulang kering.

Kedua, dengan posisi miring ke kiri dan ke kanan. Bantal juga diletakan di bagian-bagian tubuh tersebut di atas.

Ketiga, dengan posisi duduk dan bersandar pada bantal.

"Semua posisi itu, masing-masing dilakukan selama 30 menit. Apabila selama 30 menit, saturasi oksigen tidak kunjung meningkat, maka segera hubungi rumah sakit atau gunakan tabung oksigen," ungkapnya.

Irene mengatakan, menurunnya saturasi oksigen dalam darah juga menimbulkan beberapa gejala pada pasien seperti, sesak napas, dada terasa berat, nyeri dada, dan tidak kuat melakukan aktivitas ringan.

"Namun, yang perlu diwaspadai adalah apabila saturasi oksigen pasien sudah sangat menurun tapi tidak menunjukkan gejala yang saya sebutkan. Bisa jadi itu adalah happy hypoxemia. Ini patut diwaspadai. Maka penting bagi pasien COVID-19 untuk setidaknya mengecek saturasi oksigen tiga kali sehari," tandasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved