Kebijakan dan Inovasi RSUA dalam Pelayanan Kesehatan di Masa Pandemi

Berbagai kebijakan dan inovasi diambil Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) sejak awal pandemi sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: sulvi sofiana

SURYA WIKI, Surabaya - Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) menjadi salah satu rumah sakit yang telah bersiap menghadapi pandemi sejak ditemukannya Covid-19. Dalam setahun pandemi ini, berbagai kebijakan dan inovasi dilakukan rumah sakit pendidikan Universitas Airlangga ini untuk bisa memberikan pelayanan maksimal selama pandemi.

Prof Dr dr Nasronudin SpPD-KPTI FINASIM,direktur RSUA dalam webinar Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) 2021 menjelaskan bahwa memimpin rumah sakit di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri baginya.

Terlebih, pada awal kemunculan kasus tersebut tidak sedikit Tenaga Kesehatan (Nakes) yang merasa ketakutan dan cemas. Melihat hal itu, pihak RSUA mengambil langkah dengan memberikan pendampingan psikolog dan menghadirkan tokoh agama untuk memberikan semangat kepada mereka.

“Berkat kerja sama dengan semua elemen secara nasional dan internasional, RSUA berhasil menduduki posisi kedua sebagai rumah sakit dengan kontribusi nasional terbaik setelah Wisma Atlet dalam penanganan Covid pada awal pandemi lalu,” terangnya, Senin (2/8/2021).

Salah satu kebijakan yang diambil oleh RSUA selama pandemi menurut Prof Nasron adalah dengan memisahkan semua layanan. Pertama, dia menuturkan bahwa perawatan pasien dibagi menjadi dua tempat, yakni gedung RSUA sebagai pelayanan pasien non-Covid dan Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi (RSPTI) untuk pelayanan Covid-19.

“Pintu masuk, IGD, tempat parkir dan semuanya kami pisah. Pemisahan itu pada akhirnya membuat masyarakat kembali berbondong-bondong ke RSUA karena tidak perlu takut lagi harus bercampur dengan pasien Covid,” ceritanya.

Tidak hanya itu, direktur sekaligus dokter spesialis penyakit dalam itu mengungkapkan bahwa RSUA juga melakukan inovasi dengan menyediakan Pre-IGD dan Pre-Klinik.

Hal itu dilakukan untuk menentukan pasien mana yang harus dibawa ke area Covid dan non-Covid, sehingga diharapkan dapat mengurangi penularan terhadap nakes.

Sementara itu, terkait fasilitas laboratorium, pihak RSUA juga memisahkan lokasi dengan menjadikan lantai 3 RSUA sebagai tempat lab khusus pasien non-Covid dan lantai 3 RSPTI untuk lab pasien Covid serta tempat penelitian.

“Saat ini, kami juga memiliki 10 kamar operasi dengan pembagian 7 kamar untuk pasien non-Covid dan 3 kamar untuk pasien Covid,” tambahnya.

Tidak hanya fokus merawat pasien, namun RSUA juga aktif melakukan penelitian dan inovasi terkait bidang kesehatan dan penangan Covid-19.

Tercatat, beberapa inovasinya yakni Integrated Digital Design Research Center for Medical (IDIG-RCMED) yang bekerja sama dengan ITS, AIRBILISUN untuk mendeteksi dan terapi hyerbilirubine pada anak, Anjungan Pemeriksaan Kesehatan Mandiri (Self Diagnosis Kiosk) bekerja sama dengan IT Telkom yang bisa memangkas waktu pemeriksaan dari 4 jam menjadi 2 jam.

Di bidang IT, Prof. Nasron menuturkan bahwa RSUA telah meluncurkan SI Perdana of UNAIR Hospital. Inovasi tersebut, lanjut Prof. Nasron memberikan fasilitas E-Registration, E-Medical Record, E-Laboratory,  E-Radiology, dll.

“Kami akan terus melakukan terobosan inovasi, penelitian, dan pelayanan untuk berkontribusi penuh dalam penanganan pandemi sekarang ini,” tutupnya.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved