Profesor Hendrian Dwikoloso Soebagjo, Ahli Onkologi Mata FK Unair Berpulang Karena Covid-19

Prof Dr dr Hendrian Dwikoloso Soebagjo SpM (K) FICS, Guru Besar Unair meninggal di usia 56 tahun, Selasa(3/7) pukul 08.11 WIB karena terpapar Covid-19

Editor: sulvi sofiana
Humas RSUD Dr Soetomo
Ucapan duka meninggalnya Prof Dr dr Hendrian Dwikoloso Soebagjo SpM (K) FICS, Direktur Penunjang Medis di RSUD Dr Soetomo 

SURYA WIKI, Surabaya - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali kehilangan putra terbaiknya, yaitu Prof Dr dr Hendrian Dwikoloso Soebagjo SpM (K) FICS, Guru Besar sekaligus Kepala Divisi Orbita dan Onkologi Mata, Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Mata FK UNAIR-RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Prof Hendrian, sapaan karibnya menghembuskan nafas terakhirnya di usia 56 tahun, Selasa(3/7) pukul 08.11 WIB karena terpapar Covid-19.

Ophthalmologist dari FK Unair ini telah dirawat selama satu bulan di Ruang Isolasi Khusus(RIK 1)RSUD Dr Soetomo.

Segala upaya sudah dimaksimalkan untuk memulihkan profesor kelahiran 20 Januari 1965 yang dikenal rendah hati ini.

Mulai dari terapi plasma konvalesen, Actemra, ventilator, ECMO dan CRRT. Bahkan terapi plasma exchange juga sudah dilakukan.

Prof Hendrian meninggalkan berpulang meninggalkan istri, Novri Susanti dan tiga orang anak. Antara lain Nadia Azihni Henofaiz, Devan Ahmad Henofernanda dan Raynar Ahmad Henofaryal.

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso SpOG(K) menuturkan, kepergian Prof Hendrian merupakan duka mendalam bagi FK Unair.

“Kami kehilangan sosok guru handal yang ilmunya telah banyak bermanfaat pada kemajuan pendidikan khususnya untuk mahasiswa FK Unair, juga sangat bermanfaat untuk pasien-pasiennya.

Semoga dedikasinya selama ini bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk beliau,” ujarnya selepas memberikan penghormatan terakhir di Aula FK Unair.

Penghormatan terakhir untuk Profesor Hendrian Dwikoloso Soebagjo, Ahli Onkologi Mata FK Unair yang berpulang karena Covid-19 di halaman FK Unair, Selasa (3/8/2021)
Penghormatan terakhir untuk Profesor Hendrian Dwikoloso Soebagjo, Ahli Onkologi Mata FK Unair yang berpulang karena Covid-19 di halaman FK Unair, Selasa (3/8/2021) (SURYA)

Secara pribadi, Prof Budi cukup dekat mengenal sosok Prof Hendrian.

Di mata Prof Budi, Prof Hendrian adalah sosok yang sudah sangat aktif sejak masa mahasiswanya.

"Seorang organisatoris yang kritis Dia masuk tahun 1984 sementara saya di tahun 1982. Sejak dulu, Prof Hendrian sangat aktif baik di senat mahasiswa. Seorang organisatoris yang kritis kalua saya menyebut. Dan sejak dulu pribadinya tidak berubah, selalu baik dan rendah hati,"kenangnya.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Dr dr Joni Wahyuadi Sp OG(K) menambahkan, sebagai Dokter Pejabat Pemprov, Prof Hendrian meninggalkan banyak jasa di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Gedung Onkologi 9 lantai serta Gedung Parkir Baru di RSUD Dr Soetomo merupakan inisiasi Profesor yang lahir dan besar di Surabaya ini.

”Bahkan beliau sendiri yang mencari arsitek yang mendesain dua bangunan tersebut, dan mengawal dari awal pendirian hingga akhir,” tambahnya.


Ahli Bedah Mata Paling Terampil di Indonesia

Prof Hendrian merupakan dokter sekaligus ahli bedah mata paling terampil di Indonesia yang dimiliki FK Unair.

Spesialisasinya adalah penanganan katarak, LASIK, onkologi atau kanker mata, dan bedah kosmetik mata.

Ribuan prosedur bedah laser dan kornea termasuk LASIK, operasi katarak, perawatan glaukoma, pengikatan silang kolagen kornea, dan berbagai tindakan pada kondisi kesehatan mata dan penglihatan sudah dia jalankan selama pengabdiannya.

 

Halaman selanjutnya

Pendidikan

...

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
1396 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved