Ini Alasan Perempuan Yang Pernah Hamil Dan Melahirkan Dilarang Donor Plasma Konvalesen

Perempuan yang pernah hamil dan melahirkan memiliki HLA antibodi dalam tubuhnya yang tidak diinginkan untuk masuk dalam tubuh pasien Covid-19.

Penulis: Akira Tandika
Editor: sulvi sofiana
SURYA
Petugas melakukan screening donor plasma konvalesen kepada karyawan RS Manyar Medical Center dan masyarakat, Kamis (29/7). Kegiatan itu untuk memenuhi kebutuhan darah plasma konvalesen yang menipis dan menunjang terapi penyembuhan pasien Covid-19. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

SURYA WIKI, Surabaya - Persyaratan untuk donor plasma konvalesen disebutkan bahwa pedonor diutamakan laki-laki. Karena perempuan yang pernah hamil dan melahirkan memiliki human leukocyte antigen (HLA) dalam tubuhnya yang tidak diinginkan untuk masuk dalam tubuh pasien Covid-19.

HLA antibodi merupakan protein yang banyak ditemukan pada tubuh manusia.

Antibodi HLA dilaporkan menjadi penyebab terjadinya Tranfusion Related Acute Lung Injury (TRALI) pada tranfusi darah.

TRALI adalah kondisi edema paru atau paru yang membengkak disertai hipoksia. TRALI terjadi pada 6 jam pertama setelah dilakukan transfusi darah.

Menurut laporan di American Red Cross pada tahun 2003 hingga 2006 terdapat 75 persen kasus fatal TRALI akibat transfusi plasma disebabkan karena donor adalah wanita dengan HLA positif.

Antibodi ini bertahan lama di dalam tubuh wanita bahkan hingga 10 tahun. Memang kadarnya akan menurun, namun pengurangannya tidak signifikan dan tidak lebih dari 50 persen.

Atas dasar itulah, wanita yang pernah hamil tidak boleh menjadi donor plasma konvalesen karena berisiko menyebabkan TRALI pada pasien Covid-19.

Spesialis Penyakit Dalam RS Manyar Medical Centre dr Irene Saveria Sp PD mengungkapkan perempuan yang pernah hamil, memiliki HLA antibodi dalam tubuhnya. Antibodi tersebut, tidak diinginkan untuk masuk dalam tubuh pasien Covid-19.

"HLA biasanya menjadi pertahanan tubuh ketika ada benda asing yang masuk. Namun, pada wanita hamil atau yang telah melahirkan, berpotensi membuat antibodi tersebut tertutup," imbuhnya.

Saat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) tengah menggalakan program donor plasma konvalesen. Mengingat, beberapa pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit selalu dalam keadaan gejala berat atau kritis.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved