Mahasiswa Unair Buat Aplikasi untuk Turunkan Risiko Depresi bagi Remaja

Mahasiswa Unair menciptakan aplikasi self-care berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk turunkan risiko depresi pada remaja.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
Mahasiswa Unair menjelaskan aplikasi SEJATI yang mereka buat dengan berbagai fitur untuk menjaga kesehatan mental pengguna, Jumat (6/8/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya - Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menciptakan aplikasi self-care berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk turunkan risiko depresi pada remaja.

Mereka adalah Nidya Almira Xavier Herda Putri, Muhammad Fauzan Prawira Arya dan Elva Chusniyatuzzamrodah, mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2018 yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Airlangga. Mereka mengangkat judul proposal "SEJATI: Aplikasi Self-Care berbasis Kecerdasan Buatan sebagai Upaya Penurunan Risiko Depresi bagi Remaja".

Mereka terinspirasi stigma buruk tentang kesehatan mental yang membuat seseorang enggan berkonsultasi dengan psikolog.

"Isu kesehatan mental lagi banyak diperhatikan, sehingga mulai bermunculan akun media sosial yang bahas tentang itu. Meskipun begitu, masih banyak banget stigma kesehatan mental yang beredar di masyarakat, dan akhirnya membuat seseorang cenderung takut atau malu buat ketemu dan konsultasi dengan ahlinya," jelas Nidya.

Mengenai sasaran usia yang dituju, Nidya menjelaskan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan mental, terutama depresi.

"Dan kami memang berfokus untuk menurunkan risiko gangguan depresi, mengingat depresi merupakan gangguan mental dengan prevalensi tertinggi di Indonesia, dan bahaya yang dapat ditimbulkannya," tambahnya.

Nidya dan tim mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan aplikasi self-care bernama "SEJATI" yang dapat digunakan secara mandiri oleh pengguna.

Aplikasi gagasan mereka nantinya akan difasilitasi dengan fitur berupa saran aktivitas self-care, artikel kesehatan mental, mood tracker, dan mengobrol dengan Eno, chatbot canggih yang membedakan SEJATI dari aplikasi lain.

Chatbot Eno sebagai fitur utama, merupakan kecerdasan buatan yang dapat mendengarkan cerita dari pengguna.

"Kami menjadikan Eno sebagai salah satu fitur utama, karena kami berharap chatbot ini bisa menjadi teman bercerita bagi para penggunanya nanti, sehingga pengguna bisa merasa didengarkan kapanpun dan dimanapun," sebut Nidya.

Berkat inovasi SEJATI, Tim PKM bimbingan Herdina Indrijati, dosen dari fakultas Psikologi tersebut berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud-ristek RI.

"Kami berharap prototipe aplikasi yang dibentuk dapat dikembangkan dan dipakai secara optimal oleh masyarakat luas. Untuk jangka panjangnya, aplikasi ini diharap bisa mengurangi stigma kesehatan mental dan membuat para penggunanya merasa aman dan nyaman dengan kondisi mental mereka,” tutupnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved