Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, Panglima Koarmada II Surabaya

Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto adalah Panglima Komando Armada II Surabaya sejak Mei 2021.

Editor: sulvi sofiana

SURYA WIKI, Surabaya - Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto adalah Panglima Komando Armada II Surabaya sejak Mei 2021. Menggantikan Laksamana Muda TNI I Nyoman Gede Sudihartawan.

Iwan lahir Situbondo dari keluarga TNI sederhana, tapi besar di Bojonegoro mengikuti tugas orang tuanya.

Berkat kerja keras dan perjuangannya, Iwan yang dibesarkan di Kauman, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jatim ini, mendapat kepercayaan memimpin kedaulatan dan keamanan laut di wilayah Koarmada II. 

Berikut perjalanan Iwan Isnurwanto hingga menjadi Panglima Koarmada II Surabaya :

Lulus SMA, Tak Langsung Lolos Taruna

Iwan berusaha mati-matian menyiapkan diri. Namun lulus SMA pada 1983 gagal masuk AAL. Dia tak patah arang. Persiapan demi persiapan total dilakukan.

"Sejak kecil impian saya memang ingin menjadi tentara. Saya ingin sekali masuk Taruna (dulu Akabri). Sayang, begitu lulus SMAN Sumberejo pada 1984, saya tidak lolos. Baru setahun berikutnya bisa lolos taruna. Pada 1988 lulus menjadi perwira,"kenangnya.

Jadi Komandan Upacara HUT RI di Istana Merdeka

Ia mengaku banyak pengalaman yang ia dapatkan selama menjalani pendidikan. Tetapi yang paling berkesan yaitu pada 2010 saat momen 17 Agustus.

"Saya diperintahkan menjadi komandan upacara HUT RI ini di Istana Merdeka Jakarta saat puasa. Saya berpangkat Kolonel dan bertugas sebagai Komandan Lanal Batam,"urainya.

Berlayar 10 Bulan Ke Amerika

Begitu menjadi prajurit TNI AL, Iwan lebih sering bertugas di kapal selam yang kebetulan sesuai keinginannya mengawaki kapal selam.

Sebagai pelaut atau anggota TNI AL yang ikut dalam pelayaran KRI Dewaruci, selama hampir setahun atau 10 bulan ia pernah berlayar ke Amerika.

Dari Surabaya ke Sorong terus ke Hawai San Fransisco, kemudian Meksiko, Panama, Mayami, New York, Boston dan berputar lagi kembali ke Surabaya dengan sukses.

"Tentu tidak bisa dielakkan bosan karena begitu jauh dan lama. Tapi semua harus dilawan. Membawa nama baik Indonesia dan TNI AL. Apalagi kapal Dewa Ruci adalah kapal yang selalu dinantikan negara dimana pun,"tegasnya.

Masih Mabuk Laut

Meskipun telah berpengalaman berlayar, Iwan mengaku sebagai manusia biasa pernah merasakan mabuk laut. Apalagi jika lama tidak melaut.

"Kuncinya kalau tidak ingin mabuk, perut jangan dibiarkan kosong. Harus makan cukup. Terus makan sehingga sistem di dalam tubuh akan terbentuk. Agar tidak pusing. Jangan sampai tepat makan karena hubungannya dengan pencernaan kita. Jangan lupa rutin olahraga,"pesannya.

Salat Jumat dan Shalat Ied di Dalam Kapal Selam

Pengalaman sebagai awak kapal selam membuat sejumlah pengalaman menarik tak terlupakan bagi Iwan.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1420 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved