300 Anak di Surabaya Jadi Yatim Piatu di Masa Pandemi, Ini Langkah Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya berupaya memberikan beragam fasilitas agar anak-anak yatim piatu karena Covid-19 tidak merasa ditinggalkan.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan bantuan kepada siswa di Surabaya secara simbolis. (Bobby Constantine Koloway) 

SURYA WIKI, Surabaya - Pandemi Covid-19 lebih dari setahun ini telah membuat 300 anak di Surabaya kehilangan orang tua.

Untuk itu, Pemkot Surabaya berupaya memberikan beragam fasilitas agar anak-anak ini tidak merasa ditinggalkan. Bahkan pemkot akan menanggung sekolah para anak yatim piatu tersebut hingga lulus kuliah.

300 dari 5.000 Anak Yatim Akibat Covid-19 Ada di Surabaya

Surabaya menjadi satu di antara daerah di Jatim yang memiliki yatim piatu akibat pandemi Covid-19. Di Jatim, ada sejumlah daerah lain yang juga mengalami kasus serupa akibat covid-19.

Pemprov Jawa Timur pun saat ini sedang mendata anak-anak di Jatim yang berstatus yatim piatu atau ditinggal mati kedua orangtuanya akibat terpapar Covid-19. Pendataan sementara ada 5.000 lebih yatim piatu selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan catatan sementara Pemkot Surabaya, saat ini ada sekitar 300 anak yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19.

"Jumlahnya ada sekitar 300 anak. Sekarang, sedang kami lakukan survei," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (13/8/2021).

 

Perbaiki Rumah Hingga Siapkan Asrama

Dari hasil survei tersebut, pihaknya akan melakukan pemetaan. Pemetaan tersebut akan menentukan intervensi dilakukan pihaknya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved