Begini Cara UM Surabaya Olah Limbah Masker dan Cangkang Kerang di Pesisir Surabaya

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mengajak warga pesisir bergerak mengubah limbah masker dan cangkang kerang jadi paving.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menunjukkan tahapan proses mengelolah sampah masker dan cangkang pada warga RW 2 Kelurahan Kedungcowek, Bulak, Surabaya, Sabtu (13/8/2021). (Habibur Rohman) 

SURYA WIKI | SURABAYA - Limbah masker sekali pakai selama masa pandemi banyak ditemukan terbengkalai, demikian pula limbah cangkang kerang banyak ditemukan di pesisir.

Pengolahan limbah ini juga sangat terbatas, namun Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mengajak warga pesisir bergerak mengubah limbah yang terbengkalai tersebut menjadi produk yang bernilai, yaitu paving.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan UM Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dan Forum Rektor Indonesia (FRI) dengn tajuk Lawan Polusi dengan Revolusi Mental.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menunjukkan tahapan proses mengelolah sampah masker dan cangkang pada warga RW 2 Kelurahan Kedungcowek, Bulak, Surabaya, Sabtu (13/8/2021). (Habibur Rohman)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menunjukkan tahapan proses mengelolah sampah masker dan cangkang pada warga RW 2 Kelurahan Kedungcowek, Bulak, Surabaya, Sabtu (13/8/2021). (Habibur Rohman) (SURYA)

Limbah Masker Mengandung Plastik HDPE 

Yuniar Isnaini, mahasiswa jurusan Teknik Sipil UM Surabaya yang berinovasi dalam mengolah limbah bersama teman-temannya mengungkapkan limbah masker mengandung kandungan plastik HDPE yang digunakan sebagai pengisi aggregat halus.

Sehingga bisa melekatkan agregat bahan kasar yaitu limbah cangkang.

Selain itu, limbah masker juga membantu agregat halus lainnya berupa pasir dan semen dalam proses pembuatan paving.

 

Gunakan Pembakar Tanpa Asap

"Sebelum pengolahan limbah masker dan cangkang kami bersihkan dulu memakai detergen. Kemudian dikeringkan dan kami bakar menggunakan alat pembakar tanpa asap yg juga merupakan inovasi kampus,"ujarnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved