Eko Yuli Irawan, Atlet Angkat Besi Penerima Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas

Gubernur Khofifah memberikan tanda penghargaan tertinggi dari Pemprov Jawa Timur yaitu lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas pada Eko Yuli Irawan.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas dan bonus Rp 500 Juta untuk atlet angkat besi Eko Yuli Irawan usai upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke 76, di halaman Gedung Negara Grahadi, Selasa (17/8/2021).(Fatimatuz Zahro) 

SURYA WIKI, Surabaya - Eko Yuli Irawan merupakan atlet yang menyumbangkan medali perak untuk tim Merah Putih dalam cabang olahraga angkat besi kelas 61kg putra Olimpiade Tokyo 2020 pada Minggu (25/7/2021) lalu.

Eko Yuli tercatat bergabung sebagai atlet Jawa Timur sejak tahun 2013.

Sebagai penghargaan atas prestasi tersebut, secara khusus Gubernur Khofifah memberikan tanda penghargaan tertinggi dari Pemprov Jawa Timur yaitu lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas pada Eko Yuli Irawan.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga memberikan bonus senilai Rp 500 Juta atau Setengah Miliar dalam rangkaian upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke 76, di halaman Gedung Negara Grahadi, Selasa (17/8/2021).

Eko menyampaikan bahwa ia sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Menurutnya, ini akan menjadi pemicu semangatnya untuk berprestasi lebih tinggi lagi.

"Yang pasti luar biasa senang dan bangga atas apresiasi yang diberikan ini. Dan saya menyampaikan terima kasih pada Ibu Khofifah dan jajaran, yang pasti ini bisa memicu teman-teman yang lain untuk berprestasi lebih tinggi," tegas Eko.

Bapak dua anak ini menyebutkan memang memiliki cita-cita yang tinggi untuk menjadi atlet.

Ia bahkan sempat berkenala dari satu pelatda satu provinsi ke pelatda provinsi yang lain. Dan menurutnya Jawa Timur yang paling baik dalam membina atlet.

Misalnya, atlet bukan hanya difokuskan untuk target PON sak.

Melainkan juga dibina dengan baik untuk bisa berprestasi di kancah internasional.

Seperti dirinya, yang baru saja meraih medali merah di Olympiade Tokyo ini.

Menurutnya prestasi yang ia raih di Olympiade Tokyo adalah prestasi yang penuh perjuangan. Terlebih ajang olahraga ini dilaksanakan di masa pandemi.

"Maka menjaga kondisi tubuh ini yang jadi utama. Ya kita dituntut untuk menjaga kesehatan dan keselamatan, dan kita bersyukur bisa berakhir dengan membawa medali perak," tegasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan untuk atlet yang memang memiliki prestasi membanggakan untuk bangsa, khususnya untuk Jawa Timur.

"Jadi Eko Yuli Irawan ini mendapatkan perak di Olympiade Tokyo kemarin, anak Jatim dan puslatdanya di Jatim. Kita berikan jer Basuki Mawa Beya dan juga uang setengah miar rupiah. Bonusnya langsung kami serahkan, dalam bentuk cek yang di dalam kotak itu," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan untuk Eko Yuli Irawan adalah bukti kehadiran pemerintah untuk anak bangsa yang berprestasi.

"Eko Yuli ini satu satunya anak bangsa, atlet, yang empat kali Olympiade selalu membawa medali. Empat olympiade ini 16 tahun. Eko Yuli ini kalau dikumpulkan nasional dan internasional dia punya 49 medali. Yang internasional punya 14 emas," tegas Erlangga.

Tidak hanya itu, menurut Erlangga, Eko Yuli Irawan ini adalah atlet yang langka. Belum tentu di cabor lain akan ada atlet lagi seperti Eko Yuli.

"Terkait penghargaan ini, adalah bentuk kehadiran pemerintah. Karena memang pemerintah harus adil dan hadir untuk anak bangsa yang berprestasi. Dan karena dia dari Jatim, maka Pemprov yang memberikan," tegasnya.

Berikut Profil Eko Yuli Irawan :

Kelahiran : Lampung, 24 Juli 1989

Prestasi :

Peringkat 8 kejuaraan dunia tahun 2006 di Santo Domingo, Republik Dominika, kelas 56 Kg dengan total angkatan 266 Kg.

Medali emas Sea Games di Thailand, 2007

Medali emas kejuaraan dunia yunior di Praha, Republik Ceko, 2007; sekaligus terpilih sebagai lifter terbaik pada ajang tersebut.

Dua buah medali perunggu kejuaraan dunia 2007 di Chiang Mai, Thailand, di kelas 56 Kg.

Medali emas PON XVII di Kaltim, 2008.

Medali Perak, Goyang 2009, kelas 62 kg.

Medali perak kejuaraan Asia di Kanazawa, Jepang, di kelas 62 Kg.

Medali Emas Universiade, China, 2011.

Medali Perunggu, Paris 2011, kelas 62 kg.

Medali Perunggu Olimpiade London 2012 .

Medali Emas Sea Games, 2013.

Medali Emas Dunia Angkat Besi di Almaty, Kazakhstan 2014.

Medali Perak Olimpiade Rio, Brazil 2016.

Medali Emas, Asian Games, Indonesia 2018.

Medali Emas SEA Games 2019.

 

(Fatimatuz Zahro/Sulvi Sofiana)

 

 

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
1459 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved