Eko Yuli Irawan Latihan Setelah Menggembala Kambing

Eko Yuli Irawan di awal karirnya baru bisa berlatih setelah selesai menggembala empat ekor kambing milik orang lain.

Editor: sulvi sofiana
Vincenzo PINTO / AFP
Peraih medali perak Indonesia Eko Yuli Irawan berdiri di podium untuk upacara kemenangan kompetisi angkat besi 61kg putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo pada 25 Juli 2021. 

SURYA WIKI, Surabaya - Eko Yuli Irawan meraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 setelah mencatatkan total angkatan seberat 302 kg (snatch, clean & jerk).

Secara khusus masyarakat Jawa Timur turut berbangga atas prestasi Eko Yuli yang tercatat bergabung sebagai atlet Jawa Timur sejak tahun 2013.

Namun, atlet kelahiran 24 Juli 1989 itu mengaku sempat menemui hambatan kala mengawali kariernya.

Eko baru bisa berlatih setelah selesai menggembala empat ekor kambing milik orang lain.

Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sementara ibunya adalah pedagang sayur di Lampung

Sebagai anak laki-laki, ia biasa bekerja menggembala kambing.

Pekerjaan ini membuat Eko Yuli belajar tanggung jawab.

"Jika saya kehilangan seekor kambing, saya harus membayarnya. Kami miskin. Kami miskin. Kami harus berhati-hati dalam melakukan pekerjaan kami," ujar Eko Yuli Irawan, dikutip dari situs resmi Olimpiade.

Eko Yuli mulai tertarik dengan angkat besi ketika ia melihat sekelompok orang berlatih di sebuah klub di daerahnya.

Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved