Guru Besar Akuntansi Untag Soroti Kondisi Korporasi Manufaktur di Masa Covid-19

Guru Besar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA menyoroti kondisi Korporasi Manufaktur di masa pandemi.

Editor: sulvi sofiana
Humas Untag Surabaya
Guru Besar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA 

SURYA WIKI, Surabaya - Guru Besar Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA menyampaikan orasi ilmiah ‘Strategi Keuangan Bagi Korporasi Manufaktur yang Financial Distress di Masa Covid-19 di Indonesia’ pada pengukuhannya di Gedung Graha Widya Untag Surabaya, Rabu (18/8/2021).

Penelitian pria yang menjabat sebagai rektor Untag Surabaya ini dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19.

Dia menyebutkan bahwa perusahaan manufaktur dipilih karena padat karya dan memiliki ketergantungan SDM.

“Saat produksi berkurang 50 sampai 60 persen akibat pandemi, maka SDM akan kena PHK. Penyerapan SDM ini jadi pertimbangan,”urainya.

Dalam penelitian tersebut, Prof Nugroho membandingkan financial distress sebelum dan saat pandemi pada perusahaan manufaktur di Indonesia melalui penelitian deskriptif yang dikombinasikan dengan metode kuantitatif menggunakan linear programming.

Hasilnya, ditemukan bahwa banyak perusahaan manufaktur non farmasi yang terdampak Covid-19 dan mengalami penurunan omzet.

"Banyak perusahaan manufaktur yang bahan bakunya dari luar (negeri). Kalau lockdown maka pemasukan bahan baku tidak ada. Kalau tidak ada bahan baku maka produksi menurun,"ujarnya.

Dari hasil penelitian tersebut, Prof Nugroho menawarkan strategi mencegah financial distress.

“Salah satu strateginya tidak boleh hutang jangka. Perusahaan juga harus melakukan manajemen persediaan atau merekonstruksi persediaanya.”

Dia menambahkan, harus ada subsidi pemerintah untuk menggalakkan ekonomi melalui penjadwalan bahan baku.

Prof Nugroho berharap hasil penelitiannya dapat membawa manfaat bagi kemajuan ekonomi di Indonesia.

"Mudah-mudahan perusahaan berkaca pada strategi yang saya usulkan, demikian juga pemerintah. Mudah-mudahan dengan strategi ini perusahaan dapat mengatasi financial distress,"urainya.

 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved