Prof Ir Mukhtasor MEng PhD Soroti Revisi Permen ESDM Terkait PLTS Atap

Prof Ir Mukhtasor MEng PhD adalah Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Prof Ir Mukhtasor MEng PhD adalah Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Prof Mukhtasor dikenal sebagai salah satu pakar Energi Nasional. 

SURYA WIKI, Surabaya - Prof Ir Mukhtasor MEng PhD adalah Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Prof Mukhtasor juga dikenal sebagai salah satu pakar Energi Nasional.

Prof Mukhtasor menyoroti rencana revisi terhadap Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No.49 tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap oleh Konsumen PT PLN (Persero) yang menghadirkan banyak pro kontra di publik.

Menurutnya, revisi tersebut sama saja mengabaikan potensi uang APBN yang menguap tanpa nilai tambah industri nasional produsen PLTS.

Seperti yang telah ramai diberitakan, pemerintah sedang melakukan revisi terhadap Permen ESDM tersebut untuk mengubah skema ekspor impor PLTS Atap ke jaringan listrik PLN dari 1:0,65 menjadi 1:1.

Menurut Mukhtasor, Permen tersebut lebih rasional dan adil saat sebelum direvisi karena setrum yang diproduksi oleh PLTS Atap diekspor ke jaringan PLN pada siang hari.

Dan digunakan oleh pemasang PLTS Atap pada malam sebanyak 65 persen sebagai kompensasi biaya penyimpanan listrik.

“Kompensasi ini dapat digunakan sebagai biaya untuk mengatasi berbagai masalah, sebuat saja biaya menyalakan pembangkit untuk mengantisipasi ketidakpastian pasokan PLTS,” ungkapnya.

Pada Draft Revisi Permen ESDM tersebut, Mukhtasor menganggap biaya kompensasi yang ada sebelumnya akan diabaikan karena semua listrik yang diekspor siang dapat seluruhnya diimpor kembali malam.

Dengan skema 1:1 ini, kompensasi biaya penyimpanan menjadi tanggungan PLN.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved