Rektor ITS Hadapi Covid-19, Kembangkan Oxygen Concentrator Hingga Rencanakan Pendirian Rumah Sakit

Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, rektor ITS Surabaya telah berhasil mengembangkan oxygen Concentrator dan kini berencana membangun rumah sakit ITS.

Editor: sulvi sofiana
SURYA WIKI
Rektor ITS saat memberikan sambutan dalam pemberian bantuan yatim Covid-19 dari Yayasan Manarul Ilmi ITS, Kamis (2/9/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya - Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, rektor Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya telah berhasil mengembangkan oxygen concentrator dan kini berencana membangun rumah sakit ITS.

Upaya ini dilakukan sebagai penanganan darurat setelah melihat badai pandemi yang melanda keluarga besar ITS.

Ashari menceritakan di awal pandemi bertepatan dengan wisuda ITS tahun 2020.

Wisuda tersebut bahkan harus ditunda karena para pejabat ITS harus menjalani isolasi mandiri setelah berkontak erat dengan tamu asal Belanda yang suspect Covid-19.

"Kami semua nggak mikir penyakit dari Cina tiba-tiba sudah di Jogja hingga ada di Surabaya.

Di ITS hari pertama wisuda saat itu sudah berjalan, hari keduanya harus dibatalkan karena saya baru saja bertemu perwakilan dari Belanda.

Dan beliaunya habis bertemu dengan menteri yang sudah positif Covid,"urainya.

Untuk itu pihaknya tidak berani mengambil resiko bertemu dengan ribuan keluarga wisuda.

"Jadi kami langsung membentuk satgas Covid-19 ITS, mereka ini yang nggak habis-habis mengurus pandemi hingga menjalankan vaksin.

Dan kami sudah menjalankan vaksin hingga ratusan ribu dosis,"lanjutnya.

Sejak April, Mei, Juni 2021, dikatakannya, satgas Covid-19 telah bekerja keras karena banyak keluarga ITS yang terpapar.

Totalnya sejak 2020 ada 189 orang dosen dan tenaga pendidikan yang terpapar covid dan yang meninggal karena Covid-19 ada 10 orang.

"Tetapi total yang meninggal selama pandemi ada 15, termasuk tendik kami yang tiap pekan pulang ke rumahnya di luar kota. Meninggal mendadak dan nggak tau meninggal karena apa,"ujarnya.

Bulan lalu, kenangnya, serangan cluster keluarga ITS cukup banyak.

Sehingga ITS menyiapkan paket isoman,tabung oksigen hingga membeli oxygen Concentrator.

"Terimakasih YMI ITS dan RSI dibawah naungan pak Nuh yang membantu dengan beli bersama oksigen concentrator.

Satu oksigen concentrator ini kami bongkar dan kami buat sendiri dan akan kami modifikasi skala besar. Penelitian ini dibantu beberapa negara juga,"pungkasnya.

Setahun terakhir, ITS juga berencana memperbesar Medical Center menjadi rumah sakit.

"ITS ini berdiri di atas asetnya negara, kami ada lahan 180 hektar di beberapa wilayah. Kami sudah lama merencanakan mengelola tanah ini, tapi hasil kajian kami benefitnya untuk ITS masih cukup kecil.

Tahun lalu kami juga berbincang untuk membuat rumah sakit sekaligus ekspansi ke dunia kesehatan,"urainya.

Dikatakan prof Ashari pihaknya juga mendapat dukungan dari kemenkes untuk membuat rumah sakit ini.

Dukungan yang sama juga diberikan Yayasan Manarul Ilmi ITS yang berencana menggalang dana dan membantu tenaga dalam mendesain rumah sakit.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1509 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved