Mahasiswa UMSurabaya Kampanye Bahaya Pinjaman Online Lewat Mural

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah membuat mural bahaya pinjaman online.

Editor: sulvi sofiana
SURYA WIKI
Mural bahaya pinjaman online buayan mahasiswa UM Surabaya di lingkungan warga RT 01 RW 03 Tempurejo, Dukuh Sutorejo, Mulyorejo, Surabaya. 

SURYA WIKI, Surabaya - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah (Hima-PS) membuat mural di lingkungan warga RT 01 RW 03 Tempurejo, Dukuh Sutorejo, Mulyorejo, Surabaya.

Mural ini dibuat dengan tema bahaya pinjaman online mengingat di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, rentenir yang dulunya beroperasi konvensional secara door to door kini telah bertransformasi modern ke media digital, yang lazim dikenal pinjaman online (pinjol) illegal.

Ainul Yaqin, koordinator mahasiswa menjelaskan pinjol illegal saat ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai modus penipuan.

Maraknya kasus penipuan di tengah krisis ekonomi selama pandemi penting menjadi perhatian bersama.

"Bunga pinjaman pinjol jelas mencekik, selain itu juga, adanya penyalahgunaan data-data privasi yang disebar ke orang-orang terdekat jelas berbahaya,"urainya.

Apalagi tidak jarang ditemukan teror yang membabi buta oleh peminjam yang nunggak.

Melalui media mural ini, diharapkan dapat mengingatkan masyarakat tentang bahaya pinjol illegal.

"Mural yang setiap hari dilewati orang jadi media pengigat yang baik. Kami akan terus bergerak dibeberapa titik di Surabaya," paparnya.

Arin Setiyowati, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) menyebutkan program merupakan kalaborasi antara Fakultas Agama Islam (FAI) UMSurabaya yang bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dengan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen untuk mengajak masyarakat agar ‘Melek’ keuangan syariah khususnya yang berbasis digital, salah satunya berhati-hati dengan pinjaman online.

“Isu maraknya penipuan pinjol ilegal ini menjadi tanda bahwa masyarakat masih lemah literasi keuangan dan digital.Jadi saya mendukung apa yang telah dilakukan mahasiswa,"lanjutnya.

Baginya media edukasi melalui mural cukup unik. Apalagi aktivitas ini telah mendapat izin warga setempat untuk menghias dinding jalan yang kumuh dengan lukisan mural yang bagus.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved