Malaysia Healthcare Bidik Pasar Indonesia Untuk Wisata Kesehatan

Mulai melandainya pandemi covid 19 di negara Indonesia dan Malaysia, Malaysia Healthcare kembali membidik pasar Indonesia untuk wisata berobat.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
capture via zoom meeting Direktur Malaysia Healthcare Indonesia, Farah Delah (kanan) bersama Mohd Daud Mohd Arif, Chief Executive Officer Malaysia Helthcar Travel Council (MHTC) saat Press Conference Virtual, Jumat (10/9/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya - Mulai melandainya pandemi covid 19 di negara Indonesia dan Malaysia, Malaysia Healthcare kembali membidik pasar Indonesia untuk wisata berobat.

Hal ini dilakukan untuk memberikan second opinion atau pilihan kedua warga Indonesia yang ingin mendapatkan pengobatan atau pemeriksaan kesehatannya.

Jadi Pilihan Kedua Pengobatan Tanpa Ke Luar Negeri

Direktur Malaysia Healthcare Indonesia, Farah Delah Suhaimi mengatakan Malaysia Healthcare memang tidak ingin bersaing dengan rumah sakit yang ada di Indonesia.

“Tapi kami memberikan alternatif lain, second opinion. Pemeriksaan awal bisa di Indonesia tapi kalau untuk meyakinkan kembali, bisa ke Malaysia,” kata Farah dalam Malaysia Healthcare Virtual Press Conference, Jumat (10/9/2021).

Untuk mencari second opinion itu, masyarakat Indonesia tidak perlu jauh ke negara Eropa atau Amerika.

Karena Malaysia yang jaraknya sangat dekat bisa memberikan pengobatan yang sama canggihnya dengan di Eropa bahkan Amerika.

60 Persen Pasien Berobat Di Malaysia Berasal Dari Indonesia

Mohd Daud Mohd Arif, Chief Executive Officer Malaysia Helthcar Travel Council (MHTC) menambahkan, selama ini banyak masyarakat Indonesia yang berobat ke Malaysia.

Pada 2009 lalu, angkanya sangat besar yakni 700.000 atau 60 persen dari total pasien yang berobat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved