Elisa Danik Kurniawati S Tr Keb MKeb Teliti Kacang Tunggak Untuk Cegah Osteoporosis

Elisa Danik Kurniawati meneliti kacang tunggak sebagai antioksidan untuk mencegah osteoporosis dalam tesisnya di Magister Kebidanan FK UB.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
Elisa Danik Kurniawati S Tr Keb MKeb lulusan Magister Kebidanan FK Universitas Brawijaya. 

SURYA WIKI, Malang-Elisa Danik Kurniawati S Tr Keb MKeb meneliti kacang tunggak sebagai antioksidan untuk mencegah osteoporosis dalam tesisnya di Magister Kebidanan FK Universitas Brawijaya.

"Alasan saya meneliti ini karena tingginya risiko osteoporosis pada wanita pascamenopause," jelas lilusan cumlaude dengan nilai IPK 3,81 ini, Senin (13/9/2021).

Maka perlu diberikan terapi preventif (pencegahan). Salah satunya dengan kacang tunggak.

Tumbuhan ini merupakan fitoestrogen yang kaya akan antioksidan.

Harapannya dengan konsumsi teratur, dapat meminimalisir risiko osteoporosis.

Ekstraksi Kacang Tunggak

Iapun melakukan ekstraksi kacang tunggak menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol.

"Untuk mencegah osteoporosis yaitu dengan berat badan ideal, konsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D, konsumsi makanan kaya antioksidan, olahraga teratur dan hindari rokok," kata dia.

Mulai Penelitian di Laboratorium

Menurutnya, kegiatan penelitian di laboratorium sangat menarik.

"Karena ini hal baru di dunia saya di kebidanan yang dasarnya dari komunitas. Itu sukanya. Dukanya, membutuhkan keahlian tertentu dan biaya yang lumayan," jelas Elisa.

Berikan Kacang Tunggak Pada Tikus Betina

Untuk penelitian ini, Elisa dkk pada 2021 yang menggunakan hewan coba tikus betina usia 15 bulan dengan model ovariektomi untuk mendapatkan kondisi yang serupa dengan menopause pada manusia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kacang tunggak selama 40 hari dengan berbagai dosis mampu menurunkan ekspresi RANKL (salah satu penanda pengeroposan tulang).

Osteoporosis Pada Wanita

Penurunan hormon yang terjadi pada wanita premenopause maupun pascamenopause berdampak pada kondisi kesehatan.

Salah satu efek jangka panjang yang mungkin terjadi pada wanita masa menopause yaitu kerapuhan tulang atau osteoporosis.

Osteoporosis merupakan penyakit metabolik tulang yang ditandai oleh menurunnya massa tulang.

Osteoporosis disebabkan karena berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikroarsitekturnya.

"Hal ini akan mengakibatkan menurunnya kekuatan tulang sehingga tulang akan mudah patah," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1534 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved