Beras Cokelat Lebih Kaya Nutrisi, Ini Penjelasannya

Beras Cokelat menjadi salah satu beras yang menjadi pilihan sumber karbohidrat masyarakat karena kaya nutrisi.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Hason Sitorus menunjukkan penggilingan padi untuk mendapat beras cokelat hingga beras putih. 

SURYA WIKI, Surabaya - Beras Cokelat menjadi salah satu beras yang menjadi pilihan sumber karbohidrat kaya nutrisi bagi masyarakat. Namun, popularitasnya masih kalah dengan beras putih yang harganya lebih tinggi.

Pengamat Pola Konsumsi Beras di Perkotaan, Hason Sitorus menyebut beras cokelat atau brown rice disebut lebih sehat dari pada beras putih.

Sumber Serat

Sebab beras cokelat masih memiliki dedak yang tergolong sumber serat serta benih yang utuh.

Menurutnya, beras cokelat yang selama ini dianggap sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat itu juga memiliki kandungan mineral dan zat gizi yang penting bagi tubuh.

Karena Beras cokelat mengalami proses penggilingan, tapi hanya sebatas menghilangkan lapisan terluarnya. 

"Beras-beras warna putih yang dikemas terlihat kinclong sebenarnya lapisan kulit arinya sudah hilang. Jadi, vitamin dan mineral terbuang bersama lapisan yang lain," ujar Hason, Kamis (16/9/2021).

Pengolahan Beras Cokelat

Owner Rumah Pangan Kita itu menjelaskan bahwa memasak beras cokelat butuh kesabaran karena harus direndam semalaman. Untuk pemberian air 3 banding 1 dari beras.

"Beri sedikit garam agar rasanya tidak hambar. Setelah itu baru dimasak dan buktikan ketika terbiasa mengonsumsinya kita tidak akan gemuk. Kandungan karbohidratnya rendah," jelas dia.

Rendah Gula

Pensiunan PNS Pemkot Surabaya ini menambahkan selama ini beras berwarna putih yang dikonsumsi masyarakat hanya mengandung gula atau zat pemanis.

"Itulah sebabnya masyarakat terjangkit penyakit diabetes karena sudah terbiasa mengonsumsi beras putih, rasanya lezat yang sementara. Kalau mengonsumsi beras cokelat ini bisa mencegahnya," ungkapnya.

Rumah Pangan Kita Sediakan Beras Isi Ulang

Selain kaya nutrisi, beras cokelat juga memberikan keuntungan daei segi ekonomis. Pasalnya harga beras cokelat lebih terjangkau.

Bahkan dirinya sedang menggalakkan pengurangan limbah plastik dalam penjualan beras cokelat ini.

Yaitu dengan menjual beras cokelat di Rumah Pangan Kita yang berada di Jalan Karang Menjangan no 22 Surabaya, menggunakan sistem isi ulang.

"Kami menyediakan beras cokelat dengan isi ulang wadah jeriken. Di samping bisa mengurangi limbah plastik, juga menghemat pengeluaran," kata dia.

Owner Rumah Pangan Kita, Hason Sitorus menunjukkan perbedaan beras cokelat dengan berat lainnya dan kemasan ramah lingkungan
Owner Rumah Pangan Kita, Hason Sitorus menunjukkan perbedaan beras cokelat dengan berat lainnya dan kemasan ramah lingkungan (SURYA)

Wahana Edukasi Beras Cokelat

Hason juga sengaja membeli mesin pengupas padi sebagai media edukasi terkait proses pengupasan padi menjadi beras seperti di pabrik-pabrik beras membersihkan.

"Alat ini sengaja saya beli agar orang tahu bagaimana proses padi pecah kulit sampai berwarna putih. Yang tertinggal di beras putih, cantik, kemasan bagus, harganya mahal adalah rasa manisnya saja," pungkas Hason.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved