Super 60 Pitching Contest UK Petra,Hadirkan Start Up Baru Hingga Start Up Milik Alumnus UK Petra

Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya mengadakan acara berupa Super 60 Pitching Contest secara virtual.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
CEO Parabox, Bella (kiri) saat mendapat komentar atas presentasi yang disampaikannya dari CEO Solusi Duka, William Liem Coln (bawah) dalam Super 60 Pitching Contest. 

SURYA WIKI, Surabaya - Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya mengadakan acara berupa Super 60 Pitching Contest secara virtual.

Para peserta kompetisi memaparkan start up baru yang dimulainya. Dan dinilai oleh para juri yang merupakan alumnus UK Petra.

Salah satu peserta start up yaitu Parabox yang merupakan online partner planning service.

CEO Parabox, Bella menjelaskan platformnya membantu klien yang akan membuat acara untuk bisa menentukan budget, konsep acara, hingga pascaacara.

"Mekanismenya dibantu algoritma yang mencocokkan vendor-vendor dengan preferensi dan budget dari klien," ucapnya, Jumat (17/9/2021).

Untuk mengakses Parabox cukup mudah, para klien tinggal mengisi data dan menjawab beberapa pertanyaan basic seperti tanggal acara dan budget yang disiapkan.

"Klien nanti akan diminta menjawab tes kepribadian. Jadi, Parabox bisa merekomendasikan yang tepat sasaran sesuai konsep klien," jelas dia.

Selanjutnya sistem akan memunculkan rekomendasi.

Selain itu Parabox juga menyediakan agen yang membantu apabila klien mengalami kesulitan.

"Keunggulannya personalisasi budgeting recommendation system, jangkauan acara yang luas, dan agen yang sudah terlatih. Lebih gampang diakses juga," imbuh dia.

Target pasar kepada 60 juta pengguna internet aktif di Indonesia dengan rentang usia 17-34 tahun.

Komisi yang didapat lima persen dari vendor dan 20 persen profit sharing dengan agen Parabox.

"Enggak hanya wedding saja, parabox melayani berbagai acara seperti sweet seventeen, tunangan, dan lain-lain," kata Bella.

Sementara itu, William Liem Coln salah satu juri pitching sekaligus alumnus UK Petra dan CEO Solusi Duka menanggapi bisnis yang akan dijalankan oleh Bella bersama timnya hampir sama dengan platform yang ia jalankan.

Solusi duka milik William itu juga menyediakan platform acara namun untuk kegiatan kedukaan dan berbeda segmentasinya.

Bella harus bisa memenangkan market di tengah persaingan orang yang selama ini menggunakan event organizer (EO).

"Jadi, bagaimana merubah sesuatu yang konvensional menjadi digital," kata dia.

William kemudian menjelaskan mengenai solusi duka yang dia jalankan saat ini.

Dia memulai bisnis tersebut sejak 2019. Seiring berjalannya waktu masyarakat akan membutuhkan acara yang harus dihadiri secara virtual.

"Kami membuat solusi duka digital untuk masyarakat atau keluarga yang dikenal bisa mengikuti seluruh proses pemakaman secara online," jelas dia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved