Ainun Albarr Qolby Mecca Jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Usia 15 Tahun

Ainun Albarr Qolby Mecca menjadi mahasiswa termuda Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Tahun 2021.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Ainun Albarr Qolby Mecca 

SURYA WIKI, Surabaya - Ainun Albarr Qolby Mecca menjadi mahasiswa termuda Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Tahun 2021.

Di usianya ke-15 ia telah membuktikan mampu menakhlukkan tes masuk FK Unair di jalur mandiri. Meskipun Albarr, sapaan akrabnya, gagal diterima saat mendaftar di jalur SNMPTN dan SBMPTN.

Mahasiswa asal Lamongan ini merupakan siswa akselerasi di SMA. Diajar oleh guru kompeten dan berada di lingkungan kelas yang kompetitif membuat prestasinya menonjol.

Hal itu mengantarkannya menjadi menjadi 50 siswa terbaik satu angkatan yang bisa didaftarkan ke universitas melalui jalur SNMPTN alias jalur tanpa tes.

Selain berprestasi, Albarr juga mencetak banyak prestasi non akademis.

"Saya aktif mengikuti berbagai olimpiade dan perlombaan. beberapa perlombaan pun dia menangi. Selain itu, ia juga pernah menjadi peserta termuda di Lomba Kuis Kihajar yang diselenggarakan oleh Kemendikbud,"urainya.

Dengan prestasi akademis dan non akademisnya, Albarr sempat optimis diterima di FK Unair lewat jalur SNMPTN, tapi harapan tak sesuai kenyataan. Dia tak lolos jalur prestasi itu.

Gagal di SNMPTN tak membuatnya menyerah.

Albarr pun kembali menata hati dan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk bisa lolos lewat jalur seleksi SBMPTN.

"Saya belajar lebih giat, saya kencangkan lewat doa dan puasa juga tapi gagal lagi karena ketatnya persaingan masuk FK Unair,"kenangnya.

Kegagalan keduanya setelah usaha mati-matian membuat Albarr sempat patah semangat.

Beruntung, dia memiliki support system dari keluarga yang luar biasa. Tak terkecuali dari kakaknya, Chaq El Chaq Zamzam Multazam, yang saat ini menjadi mahasiswa koas di FK Unair.

“Kakak saya bilang ke saya, kalau kamu ada waktu untuk mengeluh, lebih baik gunakan waktumu itu untuk belajar, lebih ada manfaatnya,” ujarnya menirukan perkataan sang kakak.

Akhirnya, atas dorongan sang kakak dan orang tua, Albarr mencoba kembali lewat Jalur Mandiri dengan Tes.

Segala usaha pun ia kencangkan. Jika sebelumnya ia bisa melahap 4 buku soal UTBK dalam satu hari, ia bisa habis 5 sampai 6 soal buku UTBK demi lolos ujian mandiri ini.

Tak cukup itu, ia juga rutin salat dhuha, tahajud, puasa senin kamis, yang rutin ia jalani, ia kencangkan lagi. Karena ia menyadari, bahwa segalanya yang terjadi ada campur tangan Tuhan di dalamnya.

“Saya berusaha, usaha dengan doa juga saya maksimalkan, doa adalah kunci kesuksesan. Dan saya menyadari semua yang kita dapat adalah kuasa dari Tuhan,"ujarnya.

Beruntung, usahanya kali ini membuahkan hasil. Dan seperti yang sudah viral diketahui, kini anak ketiga dari tiga bersaudara ini sudah dua minggu resmi menjadi maba FK Unair.

Menjadi mahasiswa termuda di FK Unair, Albarr mengaku tidak menemui kesulitan dalam mengikuti perkuliahan.

“Saya masih berusaha untuk menyeimbangkan waktu antara belajar, mengerjakan tugas dan mengerjakan tugas dari ospek. Tapi selebihnya saya menikmati pengalaman menjadi maba ini,” terangnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved