Wisuda Untag Ke-123, Bekali Calon Wisudawan Soft Skill Untuk Bersaing di Dunia Kerja

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menggelar wisuda secara virtual pada wisuda ke-123, Sabtu (25/9/2021).

Editor: sulvi sofiana
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Perwakilan mahasiswa lulusan terbaik mengikuti prosesi foto bersama pada Wisuda ke-123 Program Diploma-lll, Sarjana, Magister & Doktor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (25/9/2021) 

SURYA WIKI, Surabaya - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menggelar wisuda secara virtual pada wisuda ke-123, Sabtu (25/9/2021).

Sebanyak 1.316 wisudawan dalam wisuda kali ini telah disiapkan untuk bersaing di dunia kerja meskipun di luar bidang ilmu yang ditekuni.

Rektor Untag Surabaya, Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA mengungkapkan meskipun hampir setahun menjalani pembelajaran online, tapi menurutnya hal ini tidak mengurangi kualitas wisudawan.


"Wisuda hari ini masih dilaksanakan secara hybrid, sebelum wisuda kami masih membekali wawasan kebangsaan. Harapan kami mereka bisa menjadi lulusan yang bermanfaat karena mereka lulus dengan kompetensi,"urainya.

Prof Nug, sapaan akrabnya mengungkapkan tantangan lulusan ke depan cukup besar. Namun, karena pihaknya sudah menerapkan merdeka belajar maka lulusan bisa memahami berbagai bidang dunia kerja. Tak hanya bidang ilmu yang ditekuninya.

Selain itu, pembekalan pada wisudawan telah dilakukan sejak semester awal kuliah.

Hanya saja saat pandemi, pembekalan psikis dalam mencari pekerjaan di tengah pandemi semakin dimatangkan.

Mulai dari pengenalan diri hingga cara menyiapkan lamaran pekerjaan dan kelengkapannya dengan baik.

"Dari maba kami sudah mengenalkan potensi untuk pengembangan karir mahasiswa, semester tiga dan lima mulai match dengan pekerjaan. Dan jelang wisuda kami kenalkan tentang teknis, seperti pembuatan CV dan branding diri,"urainya.

Selain itu, pembekalan pada wisudawan diberikan secara daring. Berbagai sesi dan pemateri didatangkan untuk memotivasi para mahasiswa dan meningkatkan daya juangnya.

"Masa tunggu lulusan pastinya akan berbeda dengan sebelum Covid-19, karena semua sektor terdampak. Tapi karena kami sudah menyiapkan lulusan kami, tahun lalu masa tunggu lulusan selama pandemi paling lama dua bulan,"paparnya.

Meskipun lulusan di wisuda secara daring, prof Nug berharap para lulusan tetap bisa memiliki cerminan karakter kampus merah putih yaitu memiliki jiwa patriotik.

" Dengan bangga saya ucapkan selamat, kepada mahasiswa yang ditengah pembelajaran online, tetap berhasil menorehkan prestasi akademik maupun non akademik, pada tingkat Sarjana, Magister dan Doktor,"jelasnya.

Sementara itu, Ketua LLDikti wilayah VII, Prof Suprapto mengungkapkan para wisudawan Untag Surabaya ini lahir dari universitas yang memiliki peningkatan kualitas tiap tahunnya.

"Sebuah perguruan tinggi tidak hanya meluluskan saja, ada dua aspek yang diperhatikan. Yaitu aspek formalitas yang mendata mhasiswa dalam database nasional, mulai dari kuliah yang diambil hingga kegiatan akademik yang dilakukan telah tercatat,"lanjutnya.

Aspek penting lainnya yaitu aspek substansi, jadi tidak sekedar diluluskan. Tetapi banyak hal yang harus diberikan banyak hal selain akademik yang harus diberikan.

"Saya yakin Untag Surabaya elah menyiapkan lulusannya agar mampu bersaing di dunia kerja dan bermanfaat bagi lingkungannya,"pungkasnya.

(Sulvi Sofiana)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved