Beautypreneur Tetap Marak Ditengah Pandemi, Kursus Estetika dan Kecantikan Masih Jadi Pilihan

Munculnya fenomena beautypreneur alias pebisnis kecantikan yang masih eksis di tengah pandemi.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/ Sri Handi Lestari
dr Aldjoefrie tengah mengajarkan kursus estetika dan kecantikan di dr Aldjoefrie Aesthetic Institute kepada calon beautypreneur. 

“Kami ingin melahirkan beautypreneur yang kompeten, memiliki sertifikasi terbaik yang diakui oleh pemerintah. Sehingga ke depan beautypreneur tidak hanya diminati tapi menjadi bisnis yang juga bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya,” jelas dr Aldjoefrie yang juga memiliki kosmetik dengan brand DAC Beauty.

Buka Peluang Kerja Sama

Kemudahan lainnya adalah pihaknya terbuka untuk kerjasama dalam bentuk franchise (waralaba) kepada mereka yang tertarik membuka klinik kecantikan maupun estetika.

Kesempatan terjun di dunia beautypreneur tentu saja dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya kalangan medis namun non medis.

Ivon, salah satu peserta asal Makassar meski berlatar belakang sekretaris, namun niatnya suskes sebagai beautypreneur cukup tinggi.

“Belajar di dr Aldjoefrie Aesthetic Institute memberi kesempatan kami yang bukan berlatar belakang medis untuk bisa jadi beautypreneur. Karena di sini kami diajari dari nol seputar dunia kecantikan dan estetika,”ungkap Ivon.

Dia merencanakan membuka sebuah klinik kecantikan di Depok setelah lulus dari kursus ini. Dia beralasan, justru saat pandemi ketika banyak orang di rumah, justru dari pengamatannya bisnis salon dan klinik kecantikan tetap laris.

(Sri Handi Lestari)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved