Operasi Jantung Minimal Sayatan Bisa Dilakukan Di Surabaya, Ini Keuntungannya

Rumah Sakit Premier Surabaya menjadi rumah sakit swasta pertama di Jawa Timur, yang melaksanakan kegiatan Operasi Jantung Minimal Sayatan.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/FEBRIYANTO ROMADONI
Dokter Yan Efrata Sembiring SpB SpBTKV(K), Spesialis Bedah Thorax dan Kardiovaskular, Rumah Sakit Premier Surabaya 

SURYA WIKI, Surabaya - Rumah Sakit Premier Surabaya menjadi rumah sakit swasta pertama di Jawa Timur, yang melaksanakan kegiatan Operasi Jantung Minimal Sayatan atau disebut Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), Senin (27/9/2021).

Teknik Bedah Jantung

Dokter Yan Efrata Sembiring SpB SpBTKV(K), Spesialis Bedah Thorax dan Kardiovaskular, Rumah Sakit Premier Surabaya, menjelaskan, operasi bedah jantung sendiri ada dua teknik.

Yakni, teknik lama atau konvensional dengan semua luka operasi dibuka dari tulang dada depan yang disebut Sternotomy.

"Ketika membelah dada lalu tulang dipotong, maka di bawah sudah terlihat jantung. Teknik ini pertama kali ditemukan para ahli sehingga bisa melakukan operasi pada jantung.

Teknik lama ini ternyata ada kelemahan yang bisa dirasakan setelah operasi," ungkapnya, Senin (27/9/2021).

Lebih lanjut ia memaparkan, keluhan pertama adalah rasa nyeri yang luar biasa dan diperlukan obat pereda nyeri.

Kemudian, menimbulkan infeksi luka operasi saat memotong tulang, pemulihan pasien lebih lama, diperlukan kehati hatian menjaga tulang pasien supaya mobilisasinya lebih baik, hingga secara sisi kosmetik terlihat kurang baik lantaran terjadinya banyak pendarahan.

"Dalam perkembangan dunia medis, akhirnya menemukan bagaimana cara komplikasi setelah operasi dikurangi. Jadi munculah teknik Bedah Jantung Minim Sayatan atau MICS," ucapnya.

Teknik Bedah Jantung Minim Sayatan

"Prosesnya tulang dada depan diusahakan tidak diutak atik atau tidak diapa apakan. Dibuka melalui dada sebelah kanan atau tidak perlu memotong tulang, hanya memisahkan ototnya.

Kemudian ketemu jantung tapi dari sisi sebelah samping. Jika dibandingkan teknik lama, jantung terlihat dari depan, kalau MICS jantung terlihat dari samping," imbuhnya.

Keuntungan MICS, kata Dokter Yan Efrata, resiko pendarahan dan infeksi menjadi lebih kecil, mobilisasi tulang lebih cepat karena tidak perlu memotong tulang, waktu tinggal di rumah sakit jadi lebih pendek, dan secara kosmetik juga lebih baik karena bekasnya kecil

"Dan pada wanita bisa tertutup dengan kelipatan payudara," paparnya.

Peluncuran Wisata Medis di Surabaya
Kegiatan tersebut ternyata bersamaan dengan Launching Surabaya Medical Tourism.

Menurut Dokter Yan Efrata, teknik ini sudah terkenal di luar negeri. Sehingga banyak orang orang yang ingin operasi bedah jantung dengan teknik tersebut berobat ke negara terdekat seperti Singapura.

"Karena menganggap negara kita tidak ada. Upaya kami untuk memberikan edukasi kepada pasien bahwa tidak perlu jauh ke luar negeri, dalam negeri atau anak bangsa juga bisa mengerjakan. Tentunya dengan hasil yang baik," ucapnya 

"Namanya perkembangan teknologi wajib mengikuti supaya tidak ketinggalan dengan negara lain.

Setiap pertemuan pasti ditanya perkembangannya dan tunjukkan kepada negara kita tidak kalah sama luar negeri dan terus update perkembangan teknologi," lanjutnya.

Alternatif Pengobatan di Luar Negeri
Dokter Yan Efrata berharap, semakin banyak pasien yang tahu terhadap teknik MICS. Mengingat, ada pasien dari luar kota bisa operasi dimana saja.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved