Bramasta Putra Redyantanu Raih Penghargaan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jatim Award 2021

Bramasta Putra Redyantanu berhasil mendapatkan penghargaan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jatim Award 2021 untuk kategori Hunian Skala Kecil.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Bramasta Putra Redyantanu dengan rumah hasil renovasinya dengan desain modern dan minimalis yang dinamai RumaRB, Kamis (30/9/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya -   Bramasta Putra Redyantanu, Dosen Universitas Kristen Petra berhasil mendapatkan penghargaan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jatim Award 2021 untuk kategori Hunian Skala Kecil.

Ia membuat desain dengan nama RumaRB yang merupakan proyek renovasi dari rumah lama yang dibangun tahun 1980an dengan luas bangunan kurang dari atau sama dengan 200 m2.

Rumah yang didominasi dengan warna putih dan abu-abu itu membuat karya RumaRB tampak lebih modern dan minimalis akan tetapi terlihat cukup luas. 

Bram sapaan akrabnya mengaku bahagia mendapatkan penghargaan atas karyanya.

"Tidak ekspektasi untuk menang akan tetapi malah diapresiasi lebih oleh para rekan sesama Arsitek, Puji Tuhan," ujar Bram , Kamis (30/9/2021).

Dosen program studi Arsitektur UK Petra ini mendapatkan penghargaan dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jatim Award 2021.
Dosen program studi Arsitektur UK Petra ini mendapatkan penghargaan dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jatim Award 2021. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)

Renovasi Kesederhanaan

Menurutnya, desain RumaRB ini menjadi perwujudtan renovasi menuju kesederhanaan. 

"Bagaimana mencapai kualitas ruang yang lebih baik dari aspek pencahayaan dan penghawaan alami," ungkap dosen berkaca mata itu.

Nama RumaRB ini sebenarnya merupakan akronim dari nama Bram dan istrinya yaitu Redy-Bella yang kini ditinggalinya bersama keluarga.

Awalnya rumah di daerah Pondok Tjandra Indah, Surabaya itu merupakan rumah keluarga yang sudah lama tidak ditinggali.

Habiskan Dana Hingga 350 Juta

Kemudian dilakukan renovasi yang dimulai sejak tahun 2018, saat Bram akan menikah. Renovasi desain RumaRB yang unik ini menghabiskan dana sekitar 300-350 jutaan.

Perbaikan utama dilakukan menghilangkan sebagian besar rumah yang sebelumnya berlantai dua menjadi hanya satu lantai saja.

Untuk luas bangunan tidak ada yang berubah dimana ruang aktifitas (dapur, ruang makan, ruang keluarga) dijadikan satu agar menampilkan kesan lega. 

Hasil renovasi dengan desain modern dan minimalis  yang dinamai RumaRB,
Hasil renovasi dengan desain modern dan minimalis yang dinamai RumaRB, (SURYA/HABIBUR ROHMAN)

Gunakan Bata Ringan

Bram dan istri menggunakan permainan bata ringan berongga, agar seolah bangunan tampil masif di bagian depan sekaligus tetap mengalirkan udara secara lancar yang menjadi ciri khas bangunan tropis di Indonesia.

Dalam proses mendesain Bram menghabiskan waktu sekitar tiga sampai empat bulan. Sedangkan untuk pengerjaan konstruksinya, Bram membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan bulan. 

Tak heran desain unik ini berhasil memikat hati para juri.

Hari Sunarko seorang Arsitek senior Jawa Timur menilai RumaRB ini berani menghadirkan keserhanaan dari segi bentuk, tipologi dan pewarnaannya. 

"RumaRB ini berani mengembalikan ruang terbuka lebih banyak dari desain lama agar resapan air hujan lebih leluasa," ungkapnya.

(Mohammad Zainal Arif)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved