Batik Corner Cara Kota Kediri Pulihkan Usaha Batik Terdampak Pandemi Covid

Kota Kediri menggelar acara Batik Corner dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang berlangsung di Atrium Utama Kediri Town Square.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/ DIDIK MASHUDI
Hasil karya Batik Djajawarsa salah satu batik khas Kota Kediri yang tetap eksis di tengah Pandemi Covid 19. 

SURYA WIKI, Kediri - Kota Kediri menggelar acara Batik Corner dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang berlangsung di Atrium Utama Kediri Town Square, Jumat sampai Minggu (1-3/10/2021). 
Batik Corner menjadi ajang pameran batik karya perajin batik Kota Kediri. Kegiatan ini sekaligus langkah pemulihan perekonomian di Kota Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi para perajin batik di Kota Kediri yang masih konsisten mempertahankan produksinya di masa pandemi.

Diharapkan dengan adanya acara Batik Corner dapat meningkatkan penjualan batik Kota Kediri.

“Saat pandemi seperti ini, para pembatik dituntut untuk lebih kreatif dalam pemasaran. Mungkin ada yang merambah online, atau bahkan lebih gencar getok tular," ungkapnya.

Semoga dengan kegiatan Batik Corner mempercepat pemulihan usaha kerajinan batik yang terdampak pandemi.

Selain itu masyarakat Kota Kediri juga bisa tahu bahwa batik yang ada di Kota Kediri tidak kalah dengan daerah lain.

Wadah Kenalkan Batik Kediri

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Tanto Wijohari acara Batik Corner  juga sebagai wadah memperkenalkan batik Kota Kediri pada generasi muda. 

“Batik merupakan warisan budaya bangsa, terutama di Kota Kediri juga memiliki ciri khas motif batik tersendiri. Jadi ini dapat mendekatkan generasi muda dengan variasi batik yang ada, dan mereka tidak gengsi untuk pakai batik produk Kota Kediri,” ujarnya.

Apalagi kain batik juga dapat disuguhkan dengan motif berbagai rupa seperti produk Batik Djajawarsa milik Richa Widyasari.

“Saya pernah mendapat pesanan dari Papua dengan motif burung cendrawasih dan buah matoa. Saya juga layani pesanan batik kustom dengan motif vespa, pokemon, barbie meski hanya dipesan satu lembar saja,” tambahnya.

Jemput Bola Konsumen

Selama pandemi, fokus penjualan dengan cara jemput bola baik datang langsung ke pembeli atau melalui WhatsApp. Sehingga produknya dapat bertahan hingga sekarang. Setiap bulan masih mampu mengerjakan 20 potong batik.

Batik Djajawarsa juga menjadi salah satu peserta Batik Corner yang berharap acara yang mengangkat kain batik dapat mengajak masyarakat Kota Kediri untuk menggunakan busana batik.

“Impian untuk bisa ekspor pasti ada, sambil sekarang belajar dokumen apa saja yang perlu disiapkan," ungkapnya.
Diharapkan masyarakat Indonesia dan Kota Kediri memakai baju batik dari kotanya sendiri. "Semoga dengan acara ini, masyarakat jadi tahu kalau Kota Kediri punya batik dan ada pembatiknya,” ujarnya.

Diharapkan pemerintah semakin banyak memberikan kesempatan kepada perajin batik Kota Kediri mengikuti pameran dan terus didukung Pemerintah Kota Kediri.

(Didik Mashudi)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved