Lala Ayu Kantari, Raih Doktor Diusia 25 Tahun dengan Bantu Strategi Pengadaan Jasa Transportasi

Lala Ayu Kantari berhasil menuntaskan program doktornya di usia 25 tahun.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Lala Ayu Kantari dari Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS yang berhasil lulus program Doktor di usia 25 tahun dengan gagasan membantu pengadaan jasa transportasi perusahaan 

SURYA WIKI, Surabaya - Lala Ayu Kantari berhasil menuntaskan program doktornya di usia 25 tahun. Wisudawan Strata-3 (S3) atau Doktoral Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini  mengkaji sistem pengadaan tersebut dalam menyiapkan jasa transportasi sebagai disertasinya.

Dengan bimbingan dari Prof Dr Nyoman Pujawan dan Dr Niniet Indah Arvitrida, penelitian yang berjudul A Study of Contract and On-Demand in Transportation Services Sourcing ini mampu mengantarkannya lulus program doktor di usia yang masih cukup muda, yakni 25 tahun.

Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga telah dipresentasikan di tiga konferensi internasional dan dipublikasikan di dua jurnal internasional.

“Jurnal ini adalah hasil dari program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) selama empat bulan bersama Prof Per Hilletofth dari Jönköping University,” ungkap gadis kelahiran 1996 ini.

Dalam kajiannya, Lala menjelaskan jasa transportasi dapat diperoleh melalui sistem kontrak dan sistem on-demand.

Pada sistem kontrak, penawaran hadir tidak fleksibel tetapi memiliki harga yang lebih murah. Sedangkan dalam sistem on-demand menawarkan fleksibilitas, tetapi dengan ketersediaan dan harga pasokan yang tidak pasti.

“Keuntungan dan kerugian dari keduanya inilah yang perlu diteliti untuk membuat kombinasi yang tepat,” terangnya.

Lala menyampaikan, melalui analisa yang dilakukannya pada sistem gabungan menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengelola jumlah pengadaan on-demand yang proporsional karena berpengaruh pada ketepatan waktu pengiriman dan biaya.

Perusahaan juga perlu lebih berhati-hati dalam membuat keputusan saat fluktuasi permintaan meningkat. Namun kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi saat penyedia jasa transportasi bisa mempercepat waktu layanan, meningkatkan ketersediaan armada, dan mempertimbangkan alur yang cocok.

Lala mengungkapkan bahwa penelitian yang ia lakukan dapat membantu perusahaan dalam menyediakan jasa transportasi.

Dengan segala ketidakpastian permintaan, penawaran, dan proses dalam rantai pasok, maka penelitian ini dinilai dapat membantu perusahaan dalam menentukan strategi.

“Karena melalui strategi yang tepat maka suatu perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dari penyediaan transportasi ini,” tutur doktor asal Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS ini.

Lalu mengaku, penelitian yang dilakukannya memiliki beberapa keuntungan dibanding dengan penelitian yang pernah ada.

Penelitiannya dapat mengakomodasi kompleksitas pada jaringan rantai pasok. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan acuan dalam melakukan pencocokan antara penyedia jasa transportasi dan pengirim guna memuaskan semua pihak yang terlibat.

“Hal yang membedakan lainnya adalah penelitian ini lebih fokus pada transportasi barang seperti truk ketimbang transportasi penumpang seperti pada Grab dan Gojek,” jelasnya.

Wisudawan dari Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) asal Malang ini sempat mengalami beberapa kendala dalam penelitiannya.

Lala mengaku pernah mendapatkan kesulitan dalam memperoleh data seperti biaya karena merupakan hal yang rahasia bagi perusahaan.

Tidak hanya itu, kesulitan lain juga dirasakan saat ia berusaha mereplika sistem nyata menjadi simulasi.

Hal ini dikarenakan model yang dibuat harus lolos proses verifikasi dan validasi agar bisa lanjut ke eksperimen. “Namun, hal tersebut tidak mematahkan semangat saya dalam menyelesaikan penelitian ini,” paparnya.

Lala berharap penelitian yang dilakukannya ini dapat terus dikembangkan dan membuka banyak ide-ide penelitian baru.

Sebab ia yakin seiring dengan perkembangan zaman akan muncul banyak bisnis-bisnis baru yang bergerak di bidang on-demand sourcing untuk transportasi barang.

 “Saya juga berharap penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi perusahaan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ketidakpastian pasar,” pungkasnya penuh harap.

(Sulvi Sofiana)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved