Kebun Durian di Gresik Jadi Destinasi WIsata Baru

Baru diluncurkan dua pekan lalu, Kebun durian milik Govaldo Ircham Maulana di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik diserbu pengunjung.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/WILLI ABRAHAM
Govaldo (kiri) menunjukkan durian di kebun miliknya di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Rabu (6/10/2021). 

SURYA WIKI, Gresik- Baru diluncurkan dua pekan lalu, Kebun durian milik Govaldo Ircham Maulana di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik diserbu pengunjung.

Kebun durian itu tumbuh memiliki 400 pohon durian seluas 4,5 hektare. Kemudian jenis Musang King di lahan seluas 2 hektare yang juga berada di desa setempat. Total King Goval Farm memiliki 12 hektare kebun durian

Terhitung, omset yang diraih pemuda berusia 23 tahun ini mencapai Rp 250 juta usai launching dua pekan lalu. 

Durian pada umumnya tumbuh di dataran tinggi ternyata juga tumbuh di dataran rendah seperti Kabupaten Gresik. Govaldo, sapaan akrabnya ternyata mendatangkan langsung tenaga dari Sumatera untuk mengelola kebun durian tersebut. Berkah dari kebun durian tersebut juga menyerap tenaga kerja desa setempat.

Durian ukuran besar dibungkus plastik menggantung di pohon dapat dijumpai pengunjung saat memasuki pintu masuk area perkebunan. 

Para pengunjung tidak bisa memetik langsung buah durian dari pohon untuk langsung disantap. Karena harus ada treatment khusus sebelum dinikmati.

Para pengunjung tetap dapat menikmati durian di dalam area perkebunan. King Goval Farm menyediakan tempat untuk menikmati buah durian yang berada di dalam kebun.

Durian Dibandrol Mulai Rp 69 ribu

Harganya, paling murah durian lokal Sumatera Rp 69 ribu per kilogram. Paling mahal Musang King Rp 550 ribu per kilogram. 

"Ternyata potensi durian di Gresik besar sekali. Kita bikin sistem, bikin tim mulai jualan durian. Ini satu-satunya perkebunan durian di Gresik," kata dia. 

Konsepnya, pengunjung bisa datang menikmati buah durian tanpa mengenal musim. 

"Yang kita jual durian tidak hanya durian dari kebun di sini saja, tetapi di luar juga. Seperi Montong dan durian Sumatera, Musang King. Selama dua minggu ini ketika buka antusias sekali. Sampai kita kewalahan. Kami juga punya outlet di wilayah kota Gresik," terangnya. 

Kendati kebun durian itu berada sekitar 34 kilometer dari pusat Kota Gresik tidak menyurutkan para pecinta durian. Terutama di akhir pekan, kata Govaldo, pengunjung cukup banyak. Sedangkan di wilayah Kota Gresik, hanya di jam-jam tertentu saja. 

Pengunjungnya pun beragam, selain dari Gresik ada yang datang jauh-jauh dari Surabaya, Lamongan, bahkan ada yang dari luar Jawa Timur. 

Mahasiswa S2 di salah satu Universitas di Surabaya ini tidak menyangka, ide awalnya family business perkebunan biasa buah naga dan durian tahun 2010 lalu menjadi agro wisata yang menjanjikan. 

Salah satu pembeli adalah Husna. Ibu rumah tangga ini ngidam durian. Datang bersama suaminya, wanita berkacamata tampak lahap menyantap satu buah durian. 

Warga Kecamatan Ujungpangkah ini baru tahu dari YouTube adanya kebun durian di Gresik. 

"Baru sekali ini datang. Suasananya bagus, duren lumayan. Suasananya asri bagus," kata dia. 

(Willi Abraham)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved