Alisya Mellynar, Mahasiswa Unair Peraih Medali Emas Wushu Pada PON XX Papua 2021

Alisya Mellynar, peraih medali emas kategori olahraga wushu. Alisya merupakan mahasiswa D4 Pengobat Tradisional, Fakultas Vokasi (FV) Unair.

Editor: sulvi sofiana
KONI Jatim
Alisya saat berlaga dalam PON XX cabang olahraga wushu nomor taolu taiji jian + taiji quan 

SURYA WIKI, Surabaya - Perwakilan Jawa Timur mulai mendulang beragam medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Merauke, Papua.

Salah satunya yaitu Alisya Mellynar, peraih medali emas kategori olahraga wushu.

Alisya merupakan mahasiswa D4 Pengobat Tradisional, Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (Unair).

Alis, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dia tidak pernah menduga akan membawa pulang medali emas.

Tentu dia juga merasa sangat senang dapat meraih prestasi tersebut. Perolehan medali itu, lanjutnya, menjadi medali emas pertama bagi Alis pada ajang PON.

“Ini merupakan kali pertama bagi saya mengikuti PON, sehingga saya juga tidak memiliki target untuk berhasil naik podium,” tutur mahasiswa angkatan 2019 tersebut.

Sebelum mengikuti perlombaan dalam PON, Alis rutin melaksanakan latihan baik pada tingkat daerah di Surabaya maupun pada program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang dilaksanakan di Jakarta.

Segala bentuk latihan yang dilakukan Alis tentu merupakan arahan dari sang pelatih.

Belajar Wushu Sejak Usia 10 Tahun

Alis bercerita, awal mula dia mengikuti wushu karena ajakan kakak sepupunya. Saat itu, Alis masih berusia 10 tahun.

Setelah tiga tahun berjalan lebih tepatnya pada tahun 2014, dia mulai serius menggeluti wushu dan berhasil memperoleh peringkat empat pada ajang kompetisi di Yogyakarta.

“Awalnya memang hanya ikut kakak sepupu, tetapi orang tua terus mendukung saya dan selalu mengantar saya latihan hingga tiga tahun berlalu saya memutuskan untuk lebih serius karena saya juga ingin menjadi anak yang berguna bagi orang tua,” cerita Alis.

Prestasi Tingkat Nasional hingga Internasional

Sebelum mengikuti ajang PON tahun ini, Alis telah berhasil memperoleh beberapa prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Di tingkat nasional, prestasi yang dia raih yaitu pada ajang kejuaraan nasional (Kejurnas) Wushu Junior dan Senior di Semarang tahun 2017, Kejurnas Wushu Junior dan Senior (Piala Presiden dan Piala Raja Sultan Hamengkubuwono X) di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018, serta Kejurnas Wushu Junior dan Senior (Piala Presiden dan Babak Kualifikasi PON 2020) di Bangka Belitung.

Sedangkan tingkat internasional prestasi yang berhasil Alis raih yakni pada International Borneo Martial Arts Open, Sibu, Malaysia tahun 2017 dimana dia memperoleh satu emas dan satu perak.

Selain itu, dia juga berhasil memperoleh dua emas pada 3rd World Taijiquan Championships, Burgas, Bulgaria tahun 2018.

“Dalam setiap kompetisi saya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pelatih dan orang tua saya, namun terkadang keinginan saya tersebut juga menjadi beban tersendiri bagi saya,” ucapnya.

Tetap Berprestasi

Ke depan, Alis berharap dapat lebih banyak mengukir prestasi. Namun, belajar dari pengalaman sebelumnya, Alis tidak ingin terlalu banyak target dan juga tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved