Fara Nindiya Wardani, Pemain Bola Profesional Putri asal Trenggalek

Fara Dindiya Wardani. Gadis 21 tahun asli Kabupaten Trenggalek ini sudah bermain bola sejak SMP.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Fara Dindiya Wardani 

SURYA WIKI, Trenggalek - Fara Dindiya Wardani merupakan gadis 21 tahun asli Kabupaten Trenggalek ini sudah bermain bola sejak SMP.

Dari sekadar menyalurkan hobi, Fara kini menjadi pemain profesional yang andal. Pada kompetisi Liga 1 Putri 2019, ia bergabung dengan skuat Persebaya Surabaya Putri.

 

Gemar Olahraga Sejak SD

Olahraga menjadi kegemaran Fara sejak sekolah dasar. Saat itu ia gemar olahraga atletik dan beberapa kali ikut perlombaan.

Saat menginjak SMP, ia ganti kegemaran dari atletik ke basket.

“Waktu SMP itu juga, ada kejuaraan Agustusan antar-SMP di Trenggalek. Waktu itu ada kejuaraan futsal cewek. Dari situ saya mulai juga ikut futsal, sebelum akhirnya masuk ke sepak bola,” cerita Fara kepada Tribunmataraman.com.

Sepak Bola Putri Tulungagung

Masuk ke jenjang sekolah lebih tinggi, Fara makin gandrung dengan sepak bola dan futsal. Ia pernah bergabung dengan tim sepak bola putri Gayatri Tulungagung ketika mengenyam pendidikan di SMAN 1 Boyolangu.

“Itu baru masuk. Masih kelas 1. Sekitar 2016-2017,” kata Fara.

Bersama tim tersebut, Fara beberapa kali mengikuti kejuaraan tingkat provinsi. Keasyikan yang ia rasakan dalam bermain bola makin menjadi-jadi.

Mulai saat itu, ia rutin berlatih dan ikut kompetisi mulai tingkat antar kampung alias tarkam sampai tingkat kabupaten dan provinsi.

Karier Profesional

Kesenangannya pada olahraga mengantar Fara berkuliah di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dari sini juga karier profesionalnya dimulai, meski secara tidak sengaja.

“Waktu semester I tahun 2019, ada seleksi Persebaya Putri untuk kompetisi Liga 1 Putri. Iseng-iseng saja saya ikut,” cerita dia.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu tak pernah menyangka bahwa dirinya akan lolos seleksi. Dari 300 peserta, ia ikut masuk dalam tim bersama 24 pemain bola putri lainnya.

“Alhamdulillah ternyata masuk. Padahal awalnya enggak ada niatan sama sekali,” katanya, sumringah.

Sejak saat itu, Fara tak pernah lepas dari sepak bola. Di tengah kesibukan kuliah, ia rutin berlatih dan bermain. Bahkan ketika kompetisi Liga 1 Putri batal digelar tahun ini.

“Terakhir main kompetisi di Arema FC Annyversary Cup Women Solidarity bulan lalu. Saya main untuk Persebaya Putri,” terang Fara.

Di tim tersebut, Fara mengisi beberapa kali berganti posisi. Ia sering bermain sebagai gelandang bertahan, bek tengah, atau bek sayap.

Halaman selanjutnya

Terima Gaji

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved