Museum Lumajang Tambah Koleksi Topeng dan Uang Kuno

Belasan uang kuno koin dan kertas mulai dari zaman awal kemerdekaan Indonesia, bakal segera menambah koleksi baru benda sejarah Museum Daerah Lumajang

Editor: sulvi sofiana
SURYA/TONY HERMAWAN
Seorang pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang saat menunjukkan koleksi baru uang kuno dan topeng asal Desa Kaliwungu, Jumat (8/10/2021). 

SURYA WIKI, Lumajang - Belasan uang kuno koin dan kertas mulai dari zaman awal kemerdekaan Indonesia, bakal segera menambah koleksi baru benda sejarah Museum Daerah Lumajang. Uang kuno tersebut, merupakan hasil hibah dari seorang kolektor.

Staf Tenaga Teknis Arkeologi Museum Daerah Lumajang Aries Purwantiny mengatakan, uang kuno yang berasal dari berbagai tahun ini akan segera dipajang. Namun, pihaknya masih menyiapkan tempat untuk menata lokasi memajang uang kuno tersebut. 

Kumpulkan Informasi Detail

Terlebih lagi, uang-uang kuno itu, nantinya juga akan dilengkapi dengan informasi yang spesifik. Tujuannya, agar masyarakat yang berkunjung bisa mendapat informasi detil uang kuno.

"Ini sedang dikaji. Uangnya cukup kuno sekali dari tahun 1945, 1960, 1964. Ini cukup bagus, karena menjadi bukti dulu ekonomi Lumajang tidak tertinggal," kata Aries.

Tambah Pajangan

Selain uang kuno, Aries menyebut, museum juga bakal menambahkan pajangan di galeri kebudayaan. Sebab, setahun lalu, pihaknya mendapat hibah 2 topeng asal Desa Kaliwungu.

Secara kasat mata, topeng itu menggambarkan wujud karakter sepasang manusia. Dulunya, semua jenis topeng ini digunakan warga desa saat pementasan menyambut masa tanam dan panen padi.

Tawaran Hibah Dari Kolektor

Aries mengatakan, belakangan ini museum kerap menerima tawaran hibah barang-barang antik dari beberapa kolektor.

Meski begitu, pihak museum tidak bisa memutuskan langsung menerima hibah tersebut. Pihak museum perlu melakukan peneletian serta kajian, untuk memastikan keabsahan sejarah.

"Memang dalam mencari koleksi museum tidak berdasar sembarang orang menghibahkan, terus kami terima. Tetapi kami mencari koleksi yang cerita sejarahnya bisa mewakili Lumajang," pungkasnya 

(Tony Hermawan)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved