Naik Suroboyo Bus Kian Gampang, Bayar Tiket Bisa Tapping Seperti di Tol

Penumpang kini bisa menggunakan kartu e-money dengan cara tapping (menempelkan kartu) seperti yang dilakukan di tol.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Petugas memperlihatkan cara pembayaran yang bisa digunakan penumpang Suroboyo Bus dengan menggunakan kartu e-money. Yakni, dengan cara tapping (menempelkan kartu) seperti yang dilakukan di tol. 

SURYA WIKI, Surabaya - Alternatif pembayaran Suroboyo Bus kembali bertambah. Penumpang kini bisa menggunakan kartu e-money dengan cara tapping (menempelkan kartu) seperti yang dilakukan di tol.

Ini sebagai bentuk inovasi Dishub Kota Surabaya dalam memberikan pelayanan untuk warga Kota Surabaya. Peluncuran sistem pembayaran baru yang dilakukan di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Senin (11/10/2021). 

Acara ini dihadiri Vice President Kantor Fungsional Consumer Card Surabaya Divisi Pengembangan Solusi Kerjasama Transaksi Perbankan Wirya Setiawan, Pemimpin Bidang Bisnis dan Priority Bangking Cabang Utama Surabaya Runita P, dan juga Pimpinan Jasa Raharja Surabaya I Wayan Pica.

Dengan sistem ini, Dinas Perhubungan Kota Surabaya memastikan keberlangsungan sustainable transport. Khususnya di bidang transportasi. 

Juga untuk merealisasikan misi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai smart city atau smart mobility. 

"Kita kembangkan lagi alternatif pembayarannya dengan sistem pembayaran tapping menggunakan kartu Flazz," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat. 

"Seperti yang biasa kita lakukan di tol-tol, sehingga cukup menempelkan kartu ke sebuah alat atau mesin yang sudah kita siapkan," katanya. 

Gandeng Perbankan

Dishub menggandeng perbankan dari BCA dan Bank Jatim serta Jasa Raharja cabang Surabaya. Sietem pembayaran dengan kartu Flazz ini sudah diberlakukan mulai hari ini. 

Tentunya, sistem pembayaran ini semakin menambah alternatif pembayaran dalam menggunakan jasa layanan Suroboyo Bus. Sekalipun demikian, pihaknya masih akan mempertahankan sistem pembayaran sebelumnya. 

Baik pembayaran bisa menggunakan sampah botol plastik dan non tunai melalui scan QRIS masih bisa digunakan. "Kami menghindari transaksi tunai, karena program Bapak Wali Kota juga terus mengembangkan sistem cashless," katanya. 

Dukung Gerakan Non Tunai

Pihaknya juga sekaligus mendukung program Bank Indonesia (BI) tentang Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). "Pembayaran semacam ini sangat cocok di tengah pandemi ini, karena tidak ada proses bersentuhan yang dapat memicu tersebarnya Covid-19,” katanya.

Selain BCA, sistem ini juga didukung Bank Jatim termasuk Jasa Raharja. " Ketika naik angkutan Suroboyo Bus, itu dijamin oleh asuransi," katanya. 

Tarifnya masih sama. "Yakni, Rp 5 ribu untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Jaminan Jasa Raharja

Sementara itu, Pimpinan Jasa Raharja Surabaya I Wayan Pica menjelaskan bahwa penumpang dan crew Suroboyo Bus mulai naik di titik keberangkatan hingga titik tujuan diberi perlindungan. 

Ini menunjukkan bahwa negara ikut hadir untuk melindungi penumpang angkutan umum. "Apabila penumpang maupun crew mengalami musibah kecelakaan dan korban luka-luka, maka diberikan perlindungan biaya perawatan sampai Rp 20 juta," katanya. 

Sedangkan untuk korban yang mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan meninggal dunia, maka ahli warisnya berhak mendapatkan santunan atau dana perlindungan senilai Rp 50 juta.

(Bobby Constantine Koloway)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved