Apresiasi SMA Double Track, Dindik Jatim Gelar Millenial Entrepreneur Award 2021

Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur terus menguatkan program SMA double track (SMA DT) dengan menggelar Millenial Entrepreneur Award 2021.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Penampilan hasil Tata Busana siswa SMA DT dalam Millenial Entrepreneur Award 2021 untuk SMA Double Track di Jatim, Kamis (14/10/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur terus menguatkan program SMA double track (SMA DT) dengan menggelar Millenial Entrepreneur Award 2021 untuk SMA Double Track di Jatim, Kamis (14/10/2021).

Penghargaan ini sebagai apresiasi pada siswa yang telah mengikuti program yang dicanangkan sejak tahun 2018 ini. . Ajang penghargaan itu sekaligus untuk memperingati HUT ke-76 Provinsi Jawa Timur.

Banyak prestasi yang ditorehkan para siswa dalam program ini. Diantaranya, program SMA Double Track telah mendapatkan penghargaan Top 25 Kompetisi Inovasi Publik (KOVABLIK).

Kepala Dinas Pendidikan Jatim , Wahid Wahyudi saat memberikan apresiasi dalam Millenial Entrepreneur Award 2021 untuk SMA DT di JAtim, Kamis (14/10/2021)
Kepala Dinas Pendidikan Jatim , Wahid Wahyudi saat memberikan apresiasi dalam Millenial Entrepreneur Award 2021 untuk SMA DT di JAtim, Kamis (14/10/2021) (SURYA/SULVI SOFIANA)

Dukungan Stake Holder

Dirjen Pauddikdasmen Kemendikbud, Jumeri melalui siaran zoom mengungkapkan program SMA Double Track perlu mendapat dukungan stakeholder. Karena itu pihaknya menyambut baik kerjasama atau dukungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dia berharap SMA Double Track bisa menjadi contoh bagi provinsi lain.

”Sudah ada puluhan ribu siswa yang menikmati program ini. Saya berharap dapat terlaksana dengan baik demi kemampuan yang handal untuk masa depan,” tuturnya, Kamis (14/10/2020).

Rektor ITS, Prof Mochamad Ashari turut serta menunjukkan dukungannya pada program SMA Double Track. Program tersebut sangat membantu mengatasi problematika angkatan kerja di Jatim. Pihaknya melihat meski baru tataran usaha di tingkat SMA, omset yang diterima dari hasil produk SMA Double Track cukup menjanjikan.

"ITS sebagai pembina SMA Double Track juga telah menyediakan beberapa fasilitas pendukung. Di antaranya ruang sertifikasi, ruang karir, ruang dagang, dan ruang training. Konsep double track ini, menurutnya layak ditiru oleh provinsi lain di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, Milenial Entrepreneur Award 2021 merupakan bentuk apresiasi terhadap para siswa program SMA Double Track. Terutama terhadap mereka yang telah mengikuti proses pelatihan hingga mampu membuat produk yang kompetitif dan dapat dipasarkan di masyarakat.

”SMA Double Track adalah salah satu inovasi program pendidikan di Jatim, dan satu-satunya di Indonesia. Dan vokasi ini sangat penting,” jelasnya.

Lomba Kemandirian Kelompok

Bentuk apresiasi itu dikemas melalui lomba kemandirian kelompok usaha siswa (KUS) dari perwakilan sekolah pelaksana SMA Double Track.

Lomba tersebut juga memadukan beberapa skill yang diintegrasikan dengan media online seperti toko online dan digital marketing. Lomba tersebut juga dihelat sebagai upaya akselerasi cipta kerja dan cipta usaha. Ada 1.916 KUS dari 158 lembaga yang berpartisipasi.

Dibentuknya KUS sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi oleh para trainer untuk menjangkau para siswa di masa pandemi Covid-19. Melalui KUS, para trainer dapat lebih fokus pada kelompok usaha yang jumlahnya lebih kecil dibanding bila harus menjangkau per individu.

Libatkan Tujuh Ketrampilan Lomba

KUS tersebut, tambah Wahid berasal dari tujuh bidang keterampilan program SMA Double Track. Yakni, multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan. Adapun penghargaan Milenial Entrepreneur Award meliputi delapan kategori. Yakni, omset kelompok usaha siswa (KUS) terbaik, poster produk KUS terbaik, video story KUS terbaik, video promosi KUS terbaik, aktivitas marketplace KUS terbaik, sinergi DUDI dengan KUS terbaik, keunikan produk KUS terbaik, dan omset usaha alumni terbaik.

”Semua SMA ke depan diharapkan bisa memberikan pendidikan vokasi. Karena KUS ini untuk memberikan bekal awal sebelum menjadi startup secara mandiri. Dengan begitu bisa menciptakan startup-startup baru. Bisa juga menjadi karyawan yang profesional. Memiliki keterampilan, pengetahuan, dan keberanian karena sudah pernah belajar di KUS. Dan tentu tetap memiliki akademi yang tinggi,” terang Wahid.

Tantangan SMA DT

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dindik Jatim,  Ety Prawesti, menambahkan kevdepan tantangan pengembangan SMA-DT adalah skills dan kreativitas para traniner yang berasal dari guru di sekolah bersangkutan. Hal itu dirasa lebih penting daripada merekrut trainer dari profesional atau praktisi dari pihak luar. 

"Karena trainer yang berasal dari unsur guru atau tenaga kependidikan ini juga punya sisi lebih karena kesinambungannya lebih terjaga dalam mengakses para siswa bahkan ketika siswa sudah lulus sekalipun," terang Ety.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved