Mahasiswa UM Surabaya Dampingi Warga Kendangsari Tingkatkan Ketahanan Pangan Lewat Hidroponik

Mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan pendampingan pada warga Kendangsari untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Warga didampingi mahasiswa UM Surabaya melakukan tanam sayur bersama di Green House Kendangsari RW 03 Gg 7 Sekolahan Surabaya, Jumat (15/10/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya -Mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan pendampingan pada warga Kendangsari untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat keluarga.


Hal ini dilakukan dengan menerapkan metode hidroponik karena cocok untuk wilayah RT 07 RW 03 Kendangsari yang memiliki lahan terbatas.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) yang diinisiasi Kemenristek Dikti.


Mahasiswa UM Surabaya, Zainal Rusdi mengungkapkan pihaknya dipercaya kementrian untuk memberdayakan desa. Dengan meningkatkan kesadaran akan ketahanan pangan untuk peningkatan ekonomi.


"Di jalan-jalan tadi terlihat sudah banyak yang menanam menggunakan hidroponik. Jadi kami sosialisasikan lagi dan kewajiban kami memperbaiki greenhouse serta memperluas jangkauan budaya hidroponik,"paparnya saat mengunjungi kebun hidroponik warga, Jumat (15/10/2021).


Untuk titik pemberdayaan, dikatakan Zainal dilakukan di dua lokasi. Yaitu di RT 7 RW 3 dan di RT 01 RW 05.


Secara bertahap dilakukan pendampingan dalam memulai hidroponik dan mempertahankan produksinya untuk ketahanan pangan.


Kemudian dilakukan peningkatan ekonomi dengan menjual hasil hidroponik.


"Alhamdulillah kemarin sudah panen bersama warga dan didapat tujuh kilogram kangkung. Dijual perkemahan 250 gram harganya enam ribu,"urainya.


Dikatakan Zainal, untuk memaksimalkan produksi pangan warga,  penerapan hidroponik juga dimodifikasi untuk bisa dibudidaya lele. 


"Airnya kami bersihkan dulu supaya tanamannya enggak keracunan gara gara kotoran lele. Airnya difilter. Ini belum dipasang filter soalnya ada kebocoran nunggu panen kolam kosong baru dibenerin,"pungkasnya.


Dedi Surahman, Dosen pendamping mengungkapkan tahun ini merupakan tahun kedua dijalin kerjasama antara mahasiswa dengan warga.


Diharapkan lingkungan Kendangsari memiliki potensi bisnis ke depannya.


"Juga ada pemberdayaan lingkungan karena yang kami sasar lingkungan yang kosong. Kemudian kami manfaatkan membuat bisnis baru yang ringan,"urainya.

 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved