Berpotensi Eksploitasi Data Diri Dalam Pinjam Uang Lewat Pinjol, Laporkan Temuan Intimidasi

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy Zulham mengimbau pada masyarakat untuk sebisa mungkin menghindari pinjaman online.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
ilustrasi-fintech 

SURYA WIKI, Surabaya - Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy Zulham mengimbau pada masyarakat untuk sebisa mungkin menghindari memperoleh pinjaman uang melalui layanan aplikasi pinjaman online (Pinjol) atau Financial Technology (FinTech).

Mengingat, betapa riskannya potensi penyalahgunaan data pribadi oleh oknum aplikator pinjol ilegal atau tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Zulham merekomendasikan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas layanan peminjaman uang konvensional dan aman, seperti perbankan.

Kalau memang masyarakat terpaksa meminjam uang melalui pinjol atau FinTech. Ia menyarankan agar masyarakat memperhatikan beberapa aspek penting dalam memilih aplikasi pinjol resmi yang menjamin hak-hak debitur sebagai klien.

1) Pastikan apakah aplikasi pinjol tersebut terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

2) Pastikan pihak aplikator pinjol tersebut memiliki kantor dan nomor kontak pengaduan yang jelas

3) Pahami setiap prosedur peminjaman uang secara online dan offline, apakah terbilang adil atau memberatkan

"Kalau sesuai, terserah masyarakat bisa melaksanakan pinjaman di tempat itu. Tapi apabila tidak sesuai, dan ada hal ganjil. Dari awal masyarakat harus bisa berkoordinasi pada kami," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (17/10/2021).

Selain itu, ia berharap, masyarakat proaktif dalam melaporkan setiap indikasi gejala kejahatan data pribadi dari aplikasi pinjol ilegal.

Caranya, dengan memberanikan diri untuk melaporkan sejak awal keterlibatannya sebagai korban dalam praktik pinjol ilegal yang menjeratnya. Jangan sampai melakukan pelaporan saat klien setelah mengalami kerugian secara telak.

Artinya, sejak awal pihak kepolisian dilibatkan para korban untuk melakukan proses investigasi dan penelitian atas dugaan tindakan pidana. Sehingga memudahkan dalam proses penegakan hukumnya.

Mantan Kapolres Barito Timur (Bartim) Polda Kalimantan Tengah itu mengungkapkan, masyarakat bisa melaporkan atau mengadukan praktik aplikasi pinjol bodong melalui nomor kontak hotline ponsel seluler dan WhatsApp (WA) yang disediakan oleh Sub Direktorat V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, yakni 0811-9971-996.

"Kami akan melakukan penjebakan (penangkapan) terhadap pelaku. Dan kami akan bergabung. Jadi sejak awal kami melakukan investigasi. Kami mensiasati dan atur strategi bagaimana masyarakat tidak menjadi korban begitu jauh," pungkas mantan Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabagdalpers) Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim itu.

(Luhur Pambudi)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved