Targetkan Atasi Stunting, Fakultas Kedokteran UM Surabaya Luncurkan Aplikasi Aikkochildcare

Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengadakan pengabdian masyarakat untuk mengatasi stunting.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Pemeriksaan tumbuh kembang balita di Gedung Serbaguna Bulak, Minggu (17/10/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya - Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengadakan pengabdian masyarakat untuk mengatasi stunting.

Yaitu dengan membuat Pojok Sehat Antrometri Sebagai Skrinning “Stunting” dan Pengobatan Terbatas Anak Sakit (Poseant Seri 1) di wilayah Puskesmas Kenjeran, Minggu (17/10/2021).

Bertempat di Gedung Serbaguna Bulak, kegiatan ini dibantu juga oleh kader kesehatan dan petugas puskesmas setempat.

Kepala Departemen Ilmu Anak Universitas Muhammadiyah Surabaya dr Gina Noor Djalilah SpA MM mengatakan kegiatan ini merupakan arahan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang menginginkan angka stunting di kota pahlawan ini dapat ditekan.

“Dinas kesehatan mulai bulan april kemarin mengumpulkan semua Fakultas Kedokteran di Surabaya termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk membantu pergerakan penanganan stunting dan akhirnya dibuatlah program ini,"ungkapnya usai memeriksa anak balita.

Pemeriksaan tumbuh kembang balita di Gedung Serbaguna Bulak, Minggu (17/10/2021).
Pemeriksaan tumbuh kembang balita di Gedung Serbaguna Bulak, Minggu (17/10/2021). (SURYA/SULVI SOFIANA)

Menurut Gina sapaan akrabnya jika kegiatan ini akan membantu para orang tua untuk memonitor bagaimana perkembangan anak dari usia 0 hingga 5 tahun.

Mengingat masa emas pertumbuhan tersebut sangat rawan, jika terdapat kelalaian  maka dapat berakibat fatal bagi sang anak.

Terlebih saat ini pandemi Covid -19 masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

“Karena ada pandemi jadi ini benar-benar lost observasi kepada anak-anak hampir 2 tahun soalnya.

Karena ini level sudah turun kita coba lakukan betul-betul memantau bagaimana kondisi anak-anak.

Seperti apa untuk status antrometrinya apakah gizinya baik atau kurang, lalu apakah ada resiko stunting dan pastinya tetap dengan protokol kesehatan," tambahnya.

Selain itu juga Ketua Koordinator Program Percepatan Stunting ini juga menjelaskan bila di Era Digitalisasi ilmu kesehatan juga terus berkembang dan mengikuti zaman.

“Kami dari Fakultas Kedokteran Muhammadiyah mahasiswa dan dosen membuat aplikasi dengan nama Aikkochildcare.com.

Di mana dengan adanya aplikasi ini dapat memudahkan karena ini masih pandemi jadi ada orang tua yang takut untuk datang bisa manfaatkan aplikasi ini,"jelasnya.

Penggunaan aplikasi ini ditargetkan bagi ibu hamil dan orang tua yang memantau perkembangan anaknya.

Mengingat banyak informasi yang tersedia sehingga memudahkan bagi para usernya serta dapat mengantisipasi jika terdapat kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai dan memudahkan orang tua untuk memantau kondisi gizi anaknya.

Dekan FK UMSurabaya dr Jusuf Wibisono SpP (K) FCCP FIRS menyampaikan apresiasi kepada tim dan panitia ssmuanya sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik dan bisa bermanfaat bagi masyarakat sehingga angka stunting di Surabaya benar - benar zero dan tidak ada lagi.

"Kami juga berharap agar kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya berakhir di Puskesmas Kenjeran saja, akan tetapi bisa ke wilayah puskesmas lainnya,"pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved