Bibit Jeruk Purut Berasal Dari Kota Batu, Pemkot Batu Lirik Ekspor Jeruk Purut

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Sugeng Pramono mengatakan akan mengambil peluang komoditas jeruk purut karena berpotensi dieksp

Editor: sulvi sofiana
SURYA MALANG/BENNI INDO
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Sugeng Pramono mengatakan akan mengambil peluang komoditas jeruk purut karena berpotensi diekspor ke luar negeri. Sugeng menjelaskan, saat ini tidak banyak petani di Kota Batu yang menanam jeruk purut. 

SURYA WIKI, Surabaya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Sugeng Pramono mengatakan akan mengambil peluang komoditas jeruk purut karena berpotensi diekspor ke luar negeri.

Sugeng menjelaskan, saat ini tidak banyak petani di Kota Batu yang menanam jeruk purut.

“Jadi begini, memang masih sedikit yang memanfaatkan jeruk purut. Di Kota Batu, ya banyak jeruk keprok 55, terus juga jeruk siem madu. Lemon juga banyak di sini. Yang masih sedikit memang jeruk purut,” kata Sugeng.

Namun karena jeruk purut telah masuk pasar ekspor saat ini, Sugeng pun tertarik untuk mengambil peluang tersebut. Apalagi bibit-bibit jeruk purut berasal dari Kota Batu, yang dikelola oleh Balitjestro.

“Karena ini sudah masuk pasar ekspor, kesempatan itu akan kami ambil. Kami akan kerjasama dengan Balitjestro,” ungkapnya.

Kata Sugeng, masih banyak lahan-lahan di Kota Batu yang bisa ditanami jeruk purut. Jeruk purut juga bisa ditanam di pekarangan rumah sehingga sangat efisien.

CEO PT Nusantara Segar Global, yang memiliki brand Java Fresh, Margareta Astaman menjelaskan, perusahaannya sudah berpengalaman mengekspor buah segar asal Indonesia ke 19 negara di dunia. Saat ini, katanya, jeruk purut sangat diminati oleh Eropa.

"Pasar terbesar kami Eropa. Setiap kali pengiriman 1 sampai 2 ton,” ungkapnya.

Konsumen dari Eropa meminta kiriman per minggu. Pengiriman ke Eropa bisa dilakukan hingga tiga kali dalam seminggu. Jeruk purut dibutuhkan untuk pelengkap bumbu masakan. Jeruk purut, kata Margareta mulai populer di Eropa sejak 2015 berkat acara Master Chef di sana.

"Jadi buah ini dikenalkan ke Eropa dalam acara Master Chef pada 2015. Salah satu chef di sana menggunakan jeruk purut ini dan mulai banyak hotel atau kafe menggunakannya. Jeruk purut dibuat minuman dan kue," paparnya.

Menurutnya, jeruk purut Indonesia mendapatkan kesempatan di Eropa karena dikenal sebagai produk natural dan angka pestisidanya di bawah standar batas maksimum residu.

"Kami bisa mengirim jeruk purut ini sepanjang tahun. Di Batu sendiri sebagai tempatnya benih," katanya.

 

(Benni Indo)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved