Kisah Sukses Pembuat Pia Asal Kampung Pia Pasuruan

Berawal dari kegelisahan membiayai pendidikan anak-anaknya, Ninik Agustini mulai melirik usaha membuat pia.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Foto lokasi pembuatan pia di tempat Ninik Agustini. 

SURYA WIKI, Surabaya -  Berawal dari kegelisahan membiayai pendidikan anak-anaknya, Ninik Agustini mulai melirik usaha membuat pia.

Ia khawatir tidak bisa mengantarkan anak - anaknya menempuh jenjang perguruan tinggi karena hanya mengandalkan penghasilan suaminya.

Suaminya adalah karyawan swasta di salah satu pabrik rotan. "Ya saya khawatir anak - anak tidak bisa kuliah. Makanya, saya berusaha mencari pekerjaan," katanya.

Ninik pun akhirnya memutuskan untuk mencoba berjualan kue pia. "Kalau hanya mengandalkan gaji, bapaknya anak - anak tidak cukup," lanjut dia.

Belajar Otodidak

Ia pun nekat dan spekulasi berjualan kue pia. Ia belajar otodidak. Ia dibantu temannya, Yana yang lebih dulu membuat kue pia.

"Kebetulan saat itu, saya dapat bantuan alat pengaduk adonan dari Disperindag Kabupaten Pasuruan. Dari situlah, ia saya terus belajar dan berjualan," urainya.

Pelan tapi pasti, usaha yang dirintisnya ini membuahkan hasil. Skillnya terus diasah dan dilatih hingga sukses membuat kue pia yang bisa dijual ke toko-toko

Kini, dia menjadi salah satu pembuat kue pia yang sukses di Kampung Pia, Dusun Warurejo, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

aktivitas pembuatan pia di tempat Ninik Agustini.
aktivitas pembuatan pia di tempat Ninik Agustini. (SURYA/GALIH LINTARTIKA)

Musin Hajatan Produksi 1.000 Kotak Kue Tiap Hari

Ninik mengakui hari ini, pesanan yang datang kepadanya semakin membludak. Di musim hajatan seperti sekarang, per harinya ia sanggup membuat 1000 kotak kue pia.

"Itu belum di outlet lainnya. Saya punya beberapa cabang di Jombang, Surabaya, dan Bangil," kata Ninik saat menunjukkan cara pembuatan pia sejak awal.

Ninik menjual pia buatannya ini dengan harga yang murah. Untuk kue pia varian kacang hijau, nanas dan strawberry dijual dengan harga Rp 5500. 

Tapi untuk varian lain seperti cokelat, keju dan lainnya, ia jual dengan harga Rp 7000 per kotak dengan isi enam kue pia.

"Kita jual untuk kelas menengah sampai ke bawah. Kalau isi 6 kita jual Rp 5500 untuk varian kacang hijau, nanas, dan strawberry. Tapi kalau cokelat dan keju lain, harganya Rp 7000," terangnya.

12 Varian Rasa

Dari semua kue bikinannya, total ada 12 varian yang bisa dipilih. Dari seluruh varian tersebut, varian nanas, strawberry dan kacang hijau menjadi favorit warga yang ingin membelinya sebagai souvenir hajatan dan kegiatan lainnya.

"Paling banyak ya nanas, kacang hijau dan strawberry. Karena untuk hajatan," singkatnya.

Untuk membuat kue pia yang berkualitas, semua bahan yang disiapkan harus berimbang. Termasuk tepung terigu sebagai bahan dasar utama, juga harus yang bisa membuat adonan sempurna.

"Paling penting adalah menjaga kualitas dengan mencari bahan yang bagus. Saya tidak ingin merusak kualitas pia dengan bahan - bahan yang tidak bagus," jelasnya

Halaman selanjutnya

Diteruskan Anak

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved